Menggoyang Bisnis Besar Pakaian Bekas Impor

0
48

baju

Kementerian Perdagangan serius ingin menghadang bisnis ini

FI.co Jakarta – Jual beli pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta Pusat, sudah ada sejak berpuluh tahun yang lalu. Berbagai jenis pakaian bekas dijual di sini, mulai dari baju, celana, jas, hingga pakaian dalam seperti bra dan celana dalam dari Korea Selatan dan Jepang.

Sekilas, pasar ini memang terkesan kumuh dan kotor. Ribuan baju bekas berwarna lusuh tergantung di sejumlah toko. Sebagian lagi, berserakan dan menumpuk. Tapi, jangan salah, praktik jual beli pakaian bekas impor di pasar ini tak ada matinya.

Siapa sangka, penjual pakaian-pakaian bekas impor di Pasar Senen mampu meraup omzet yang cukup menggiurkan.

Berbincang dengan VIVA.co.id, Marpaung, salah satu pedagang pakaian bekas impor di Pasar Senen, mengungkapkan, dalam sehari minimal omzet yang didapatkan mencapai Rp700 ribu, dengan keuntungan per bulan rata-rata Rp4 juta.

Marpaung mengaku, sangat bersyukur dengan adanya bisnis pakaian bekas impor. Meskipun, di sisi lain sebagian besar masyarakat menganggap pakaian bekas sebagai sampah.

“Ini bisa membuka lapangan kerja, kami punya beberapa karyawan. Dengan jualan ini keluarga kami bisa makan, bahkan anak-anak sampai kuliah,” tuturnya.

sumber: viva

LEAVE A REPLY