Kisah Unik tentang Kuntilanak di Monas

0
115

kunti monas

Jika sering mengunjungi Monumen Nasional (Monas), maka Anda tak akan heran lagi jika melihat hal-hal unik, salah satunya adalah sejumlah orang yang berdandan menyerupai hantu kuntilanak dan pocong.

Dengan dandanan menyerupai kuntilanak, mereka kerap berdiri di sekitar halaman Monas sejak pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB setiap hari, terutama pada hari libur dan akhir pekan.

Berbusana serba putih mengenakan lipstik warna merah, bedak warna putih di wajah, dilengkapi wig warna hitam, mereka beraksi berpura-pura menjadi hantu.

Malam itu, kami mencoba mendekat dan mengajak salah satu “kuntilanak” mengobrol. Dia terlihat malu-malu.

Siti Suketi (26), begitu dia menyebutkan namanya. Perempuan asal Kuningan, Jawa Barat, itu mengaku baru dua minggu menggeleguti aksi unik ini. Sebelum tampil, dia akan berganti kostum ala kuntilanak di pojokan, tepatnya di bawah pohon sekitar Monas.

Selama seharian, dia pun akan diperebutkan oleh pengunjung yang ingin berfoto bersama secara bergantian. Tak jarang, banyak anak kecil menangis saat diajak berfoto oleh orangtua bersama dengannya. Namun, ada beberapa anak memberanikan diri ingin mengabadikan momen unik ini. Dengan ekspresi menyeramkan, Siti seolah menunjukkan adegan mencekik sang anak.

Beberapa saat kemudian ada juga sepasang muda-mudi bergiliran ikut berfoto. Siti meladeni dengan suasana akrab dan saling bercanda.

Di depan tempat Siti berdiri, ada sebuah kotak kecil yang bertulisan “boleh foto dengan kuntilanak”. Pengunjung yang usai berfoto memberikan sejumlah rupiah di kotak tersebut.

Namun demikian, Siti juga sempat mengungkapkan perasaannya saat ditanya apakah ada pengalaman yang unik, misalnya ada pasangan yang cemburu bila seorang pria berfoto dengannya.

“Enggak tau dah, bodoh amat sih, masa cemburu sama setan,” ucap Siti di Jakarta, Jumat (1/8/2014).

Sebelum menjalani aksi unik tersebut, Siti bekerja menjual gorengan di pelataran halaman Monas. Lantaran kerap terlibat kejar-kejaran dengan Satpol PP, dia nekat beralih profesi menjadi kuntilanak.

“Tadinya saya jualan gorengan di (Monas) sini, tapi berjualan di sini kejar-kejaran sama Satpol PP terus, makanya saya bingung, makanya saya nekat kerja beginian,” ujar Siti.(sumber : vivaforum)

LEAVE A REPLY