BercakDarah di KerisPangeranDiponegoro

0
34

Budaya Keris

KerisberbercakdarahmilikPangeranDiponegoro (DodyHandoko)

              Keris itu merupakan salah satu senjata andalan pangeran.

Forum Indonesia– Siapa yang tak mengenal sosok pahlawan Indonesia yang tetap berperang meski sudah dalam kondisi sakit dan harus ditandu keluar masuk hutan selama melancarkan perang gerilya melawan penjajah.
Pangeran Diponegoro, dialah pahlawan itu. Sang jenderal sejati yang merelakan hidup dan matinya untuk kemerdekaan Indonesia.Kehebatan lascar perang yang dipimpin Diponegoro hingga saat ini masih dapatdiketahui melalui berbagai bukti sejarah yang ada di buku maupun museum.
Selama melancarkan perlawanan sudah banyak musuh yang dikalahkanya dengan senjata-senjata yang dimilikinya. Salah satu senjata andalan Diponegoro ialah sebilah keris yang konon memiliki kesaktian dan daya racun yang mematikan.Keris itu kinit ersimpan rapi di Museum Diponegoro yang berdiri di bekas rumah PangeranDiponegoro yang pernah dibakar tentara Belanda.
Museum itu terletak sekitar empat kilometer dari Kota Yogyakarta.Museum itu dibangun pada pertengahan tahun 1968 hingga 19 Agustus1969.Pembangunannya diprakarsai oleh Mayjen Surono yang saat itu menjabat Panglima Kodam Diponegoro hingga akhirnya diresmikan Presiden Soeharto dan diberinama SasanaWiratama yang artinya tempat prajurit.

Misteri Bercak Darah di Keris Diponegoro
Keris saksi milik Diponegoro disimpan bersama 100 koleksi senjata miliknya lainnya. Namun, keris yang memilik iluk 21 bernama Kyai Omyang itulah yang menjadi koleksian dalan di museum itu. Konon, keris itu dibuat oleh seorangEmpu yang hidup pada masa kerajaanMajapahit. Keris ini pernahdipakai Pangeran Diponegoro saat perang melawan Belanda. Yang unikdan cukup membuat siapa saja yang melihat wujud keris itu merinding ialah, di ujungkeris terlihat dipenuhi bercak darah.”Mungkin saja ini bekas darah manusia karena memang digunakan untuk berperang.Asal usul keris ini dari trah Pangeran Diponegoro”,ujar Slamet Wiroatmojo, petugas museum.
Bercak darah di ujung keris hingga saat ini tidak bias dibersihkan, karena sudah menyatu dengan tubuh keris.Tak ada yang tahu, darah siapa saja yang telah membasahi ujung keris itu dan kenapa darah itu tetap melekat meski keris itu pada masanya rutin digunakan untuk berperang.Sebenarnya tak hanya keris saja yang berlumur darah, tapi juga sebuah pedang perang Diponegoro.Pedang yang berasal dari Kerajaan Demak itu terlihat berlumuran darah di bagian sisi tajamnya.”Saya kira warna merah ini juga bekas darah, karena sudah terlalu lama lalu menyatu tak bias dibersihkan.Jika habis pegang pedang ini cuci tangan karena biasanya diberiracun,” ujar Slamet.

Tembok Jebol Tendangan Diponegoro
Slamet menuturkan, koleksilainnya terdiri dari berbagai senjata asli lascar Diponegoro mulai dari senjata perang, koin, batu akik hingga alat rumah tangga.Berbagai senjata seperti tombak, keris, pedang, panah, bandil (semacam martil yang terbuatdari besi), patrem (senjata prajurit perempuan), hingga “candrasa” (senjata tajam yang bentuknya mirip tusuk konde) yang biasa digunakan teliksandi (mata-mata) perempuan.Ada juga alatrumah tangga buatantahun 1700-an yang terbuat dari kuningan terdiri dari tempat sirih dan kecohan (tempat membuang ludah), tempat canting (alat untuk membatik), teko bingsing, bokor hingga berbagai bentuk kacip”(alat membelah pinang untuk makan sirih).
Peninggalan lain yang legendaries adalah tembok jebol. Tembok ini merupakan saksi sejarah awal perang Diponegoro tahun 1825.Telah dipugar oleh pemerintahan Kotamadya, Yogyakarta pada tanggal 7 juni 1993. Tembok tersebut digunakan untuk meloloskan diri dari kepungan kompeni Sejarah dan makna dari terjebolnya tembok puri membuat tembok ini legendaris”Tembok tebal ini dijebol Pangeran Diponegoro dengan tendangan kaki dan dibantu sepakan kaki kuda,” katanya.
Lubang ini untuk meloloskan diri dari kepungan kompeni, melarikan diri ke daerah Dekso.Lalu ke selatan hingga di Goa Selarong yang kemudian dipakai sebagai basis dan strategi Pangeran Diponegoro dalam menghadapi Belanda.Selain itut erdapat pula sebuah Padasan (tempat berwudlu Pangeran) yang terletak di depan pendapa serta BatuComboran (tempat makan dan minum kuda-kuda Pangeran) di bagian tenggara pendapa.(sumber: viva)

 

LEAVE A REPLY