“Kopi Pangku”, Dan Wanita Berpakaian Seks

0
160

perempuan

FI.CO,Jombang – Puluhan perempuan pelayan warung kopi diamankan.Ratusan botol miras disita.Menunggu keseriusan semua pihak.

Dikawasan Pasar Baru Mojoagung 41 pelayan kopi diamankan polisiSedangkan di kawasan Peterongan, polisi mengamankan 19 wanita pelayan warung kopi. Selanjutnya, seluruh perempuan tersebut digiring ke mapolres guna pendataan.

Sebelum merazia kawasan warung kopi 12 Nopember malam , Tim Sat Sabhara menyasar sejumlah penjual minuman keras (miras) di Desa Candimulyo, Jombang Kota. Hasilnya, dari  lelaki 57 tahun pemilik warung , petugas menyita arak putih sebanyak 117 botol. Kemudian minuman jenis bir bintang sebanyak 16 botol, Guiness 21 botol, dan 59 botol kecil.Sementara dari warga Candimulyo lainnya berinisial RK  34 tahun , petugas menyita arak putih sebanyak 7 botol , Guiness sebanyak 5 botol dan Frosert beer 2 botol. Penjual dan seluruh barang bukti tersebut diangkut ke Polres Jombang.

Di kawasan warung kopi di Pasar Baru Mojoagung. Seperti biasanya, para pelayan sibuk melayani tamu. Para perempuan itu rata-rata berpakaian minim. Mereka tidak sadar akan kedatangan petugas. Makanya, ketika polisi melakukan razia, mereka tak bisa berkutik.Dari razia di pasar tersebut, petugas menjaring penjual atau pelayan kopi pangku sebanyak 41 orang. Mereka terdiri dari perempuan dewasa 32 orang dan 9 perempuan di bawah umur. Selain itu juga empat orang laki-laki.”Sedangkan dari kawasan Peterongan, kami menjaring 19 pelayan kopi berusia dewasa. Mereka kita data dan diberi pembinaan,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang Iptu Subadar.

.
Sebelumnya,Bupati Jombang menginstruksikan Satpol PP untuk memberangus warung remang-remang. Warung penyedia jasa esek-esek yang kian menjamur itu menjadi sarang utama penularan virus HIV di Kabupaen Jombang.

“Informasi yang kami terima memang ada kafe-kafe tempat bertemunya penyuka sesama jenis. Tentunya itu membahayakan bagi umat. Perlu kami waspadai dan kami perintahkan Satpol PP untuk memantaunya. Target 2016 kami berupaya mengurangi,” kata Nyono usai acara peringatan hari AIDS se dunia di pendopo Kabupaten Jombang,tahun lalu.Data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, hingga Oktober 2015, tercatat 857 orang positif HIV-AIDS. Sebesar 34% persen persen dari jumlah itu, atau sekitar 291 orang merupakan pria hidung belang yang tertular virus HIV melalui hubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK) di warung remang-remang.
Warung remang –remang yang juga diduga sebagai tempat transaksi seks menyebar dibanyak tempat di kabupaten Jombang,Kalangan kecamatan Perak,kawasan pasar Mojopanggung,Tunggorono,hingga Sukodadi kecamatan Kabuh.Bahkan pernah diberitakan kawasan alun-alun banyak ditemukan kondom bekas.Ini mengindikasikan Jombang masih marak seks liar dan prostitusi.Sehingga 2015 Jombang peringkat 2 HIV/AIDS se Jawa Timur.BACA TABLOID FORUM INDONESIA.EDISI 17

 

LEAVE A REPLY