Botoh Diduga Pengaruhi Peta Kekuatan, Ini Hasil Pilkades Sragen

0
19

botoh

Proses perhitungan suara di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jambanan, Sragen, Selasa (7/12/2016)

Kekhawatiran masuknya botoh (petaruh) dalam ajang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 19 desa, Selasa (6/12/2016), akhirnya benar-benar terjadi.

Sejumlah kader, saksi, warga, hingga pelaku botoh sendiri mengakui bahwa ajang Pilkades serentak di Sragen kemarin banyak disusupi oleh botoh.

Maraknya botoh itu juga diperkuat dengan hasil di beberapa Pilkades yang ternyata berbalik dari perhitungan awal.

Berdasarkan pantauan Joglosemar, kehadiran botoh sudah tercium sejak H-3, namun gerak mereka semakin frontal pada H-1 hingga pagi hari menjelang pencoblosan kemarin.

Salah satu tokoh Sambungmacan, SUS, yang memiliki banyak kolega botoh asal Jatim mengakui, botoh memang masuk ke hampir semua Pilkades yang berlangsung kemarin.

Hanya saja, jumlah botoh yang masuk di setiap desa berbeda-beda, tergantung intensitas persaingan calonnya.

Untuk beberapa desa, kebanyakan botoh lokal yang bermain. Sedangkan untuk botoh dari luar daerah seperti Ngawi dan Jatim, banyak masuk ke desa-desa dengan intensitas persaingan calon ketat seperti di Banyurip, Plumbon, dan Plosorejo.

“Tapi hampir di semua desa yang melaksanakan Pilkades hari ini tadi (kemarin), semua ada botoh yang masuk. Jumlahnya saja yang beda di setiap desa. Tapi gerakannya memang nggak terpantau secara langsung. Kebanyakan juga lebih banyak ngumpul di luar lokasi desa,” ujarnya.

Kemunculan botoh juga diakui salah satu saksi calon di Pilkades Banyurip, Sambungmacan, Sumardi.

Ia mengatakan, pada hari H sebelum pencoblosan sekitar pukul 05.00 WIB, ada lima orang tak dikenal yang diduga botoh sempat diamankan oleh pemuda setempat.

LEAVE A REPLY