23.4 C
Tulungagung
Friday, June 2, 2017
PILKADA Tulungagung
Bongkar Mafia Jabatan, KPK Terus Periksa PNS Klaten

Bongkar Mafia Jabatan, KPK Terus Periksa PNS Klaten

0
19
Jpeg
Para awak media menunggu di lorong masuk menuju ruang Aula Satya Haprabu Mapolres Klaten tempat pemeriksaan saksi oleh KPK.

FI.CO,Klaten – Puluhan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Satya Haprabu Mapolres Klaten, Rabu (4/1/2017).

Para PNS itu diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan jual beli jabatan yang melibatkan tersangka Bupati Klaten Sri Hartini. Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya pada Selasa (3/1/2017).

Pantauan KRjogja.com, pemeriksaan hari kedua pada Rabu (4/1/2017) berlangsung secara estafet sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB hingga malam hari. Bahkan sampai pukul 22.00 WIB, pemeriksaan masih berlangsung dan tertutup bagi awak media. Bahkan awak media juga dilarang untuk mengambil gambar.

Beberapa saksi tampak keluar masuk dari Aula Satya Haprabu Mapolres Klaten. Sumber di Mapolres Klaten, jumlah saksi yang diperiksa pada hari kedua ini lebih banyak dibandingkan pemeriksaan pada hari pertama.

“Banyak (saksi yang diperiksa). Tapi saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya, sepertinya kalau puluhan ada,” ujar salah satu petugas Mapolres Klaten yang sempat melihat di ruang pemeriksaan.

Sementara itu, salah satu saksi yang juga Staf Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan Klaten, Guntur, mengaku banyak menerima pertanyaan dari KPK saat menjalani pemeriksaan.

Pertanyaan itu seputar kegiatan Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Klaten Suramlan dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Klaten Bambang Teguh.

Suramlan merupakan tersangka pemberi suap kepada Bupati Klaten Sri Hartini. Sedangkan Bambang Teguh merupakan satu dari delapan orang yang ikut dibawa KPK saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 30 Desember 2016.

Namun setelah diperiksa di Jakarta, Bambang Teguh dilepaskan bersama lima orang lainnya. Meski demikian, mereka masih terus menjalani pemeriksaan lanjutan di Klaten.

Dalam pemeriksaan hari kedua ini tak banyak saksi yang mau memberikan keterangan kepada awak media. Sebagian besar memilih kucing-kucingan dan menolak memberikan keterangan.

Namun dari informasi yang beredar, pertanyaan kepada para saksi yakni seputar kegiatan delapan orang yang diamankan KPK pada saat OTT pekan lalu.

Kedelapan orang tersebut yakni Bupati Klaten Sri Hartini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Klaten Bambang Teguh, Ajudan Bupati Nina Puspitarini, Sekretaris Bidang Mitasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten Slamet, Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Klaten Suramlan, Staf Honorer Ponco Wardono, serta dua orang swasta Sukarno dan Sunarso.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tersangka kepada Bupati Klaten Sri Hartini dan Suramlan terkait dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Klaten. Sri Hartini disangka telah menerima suap, sedangkan Suramlan disangka sebagai pemberi suap

LEAVE A REPLY