Tempati Gedung Baru, SMPN 27 Minim Fasilitas

0
20

ilustrasi

FI.CO,Solo- Menempati gedung baru di kawasan Pajang, setelah berpindah dari gedung lama di Jalan Arifin, kondisi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) masih minim fasilitas penunjang aktivitas belajar mengajar. Sarana dan prasarana pendidikan, hingga kini masih sebatas ruang kelas, ruang guru dan kepala sekolah, sedangkan fasilitas penunjang, seperti laboratorium, ruang kesenian, koperasi, parkir dan sebagainya rencananya akan dibangun pada tahun 2017 ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Etty Retnowati, menjawab wartawan di sela peresmian SMPN 27, Jumat (20/1) mengungkapkan, proses pembangunan yang  dimulai pada tahun anggaran 2015, memang masih akan dilanjutkan lagi pada tahun anggaran 2017 ini. Meski begitu, seluruh kegiatan belajar mengajar di SMPN 27 yang semula menempati gedung di Jalan Arifin, dipindahkan ke gedung baru. Pasalnya kondisi gedung lama terlalu sempit, hingga suasana belajar relatif kurang nyaman.

Gedung baru SMPN 27 ini, memanfaatkan lahan bekas gedung Solo Competence and Training Center (SCTC) yang mangkrak sejak beberapa tahn lalu, karena telah dipindahkan ke Solo Techno Park (STP) di wilayah Kentingan, Jebres. Gedung itu dibangun selama dua tahun anggaran sejak 2015 dengan menelan dana sebesar Rp 12,7 miliar, dan pada tahun 2017 ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar.

Sementara Walikota FX Hadi Rudyatmo meminta para guru dan siswa SMPN 27 agaka bersabar terkait kekuranglengkapan fasilitas penunjang pendidikan. Seluruh kebutuhan fasilitas penunjang akan dipenuhi secara bertahap, termasuk perluasan lahan sekitar 800 meter persegi yang saat ini masih dalam persiapan pengadaan.

Pemindahan SMPN 27, lebih diarahkan untuk memecah konsentrasi fasilitas pendidikan yang selama ini berjubel di wilayah tengah kota. Dengan begitu, masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas pendidikan, karena tidak harus menempuh perjalanan cukup jauh. Bahkan SMPN 27 nantinya dipersiapkan menjadi kawasan sekolah satu atap, meliputi pendidikan tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Siswa yang lulus TK misalnya, jelas Rudy, tidak harus berpindah ke lokasi lain, sebab bisa melanjutkan ke Sekolah dasar (SD) di lokasi tersebut, demikian pula pada jenjang pendidikan berikutnya.

LEAVE A REPLY