Tunjangan Ribuan Guru di Wilayah Perbatasan Nunukan Tersendat

0
19

Ilustrasi

FI.CO,Nunukan– Ribuan guru di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tidak lagi menerima tunjangan perghasilan guru perbatasan dari Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie tahun 2016.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan Muhammad Nasir mengatakan, sebanyak 2.881 guru hanya menerima tunjangan penghasilan guru di wilayah perbatasan sebesar Rp 500.000  per orang selama 9 bulan. Tunjangan ini diberikan kepada guru PNS maupun non-PNS.

Meski demikian, pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah mentransfer anggaran tunjangan guru tahun 2016 selama setahun dengan jumlah anggaran sebesar Rp 17,28 miliar kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.

“Saya langsung cross check ke Pak Irianto dan betul beliau mengatakan bahwa sudah satu tahun itu ditransfer, dananya ke daerah sebesar Rp 17,286 miliar,” kata Nasir, Selasa (14/2/2017).

Nasir menambahkan, penyaluran tunjangan penghasilan guru di wilayah perbatasan mandek akibat kesalahan manajemen Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan yang juga memasukkan data guru baru di pertengahan tahun lalu.

Sebanyak 312 guru baru langsung masuk ke dalam daftar penerima tunjangan pendapatan dari gubernur.

“Seharusnya tidak diambil kebijakan seperti itu. Kalau ada data tabahan di pertengahan tahun maka data tambahan itu tentunya tidak boleh mengganggu data lama. Data tambahan itu seharusnya diajukan untuk tahun depannya,” ujarnya.

Akibat ketidakberesan pengelolaan penyaluran tunjangan penghasilan guru ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan kesulitan menyalurkan tunjangan penghasilan 3 bulan terakhir pada 2016.

Saat ini sisa anggaran tersebut masih tersimpan di Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan tanpa ada kejelasan kapan hak para guru di wilayah perbatasan tersebut disalurkan.

LEAVE A REPLY