Menakar 4 Nama Calon Gubernur untuk Kriteria Jatim 1

0
15

FI.CO,Surabaya – The Initiative Institute memiliki catatan penting bagi warga Jawa Timur untuk memilih pemimpinnya kedepan. Menurutnya ada 4 kriteria calon pemimpin. Apa saja?

Kriteria pertama yakni Integrity, atas antikorupsi, antipolitik uang, dan berani melakukan kontrak politik.

Kedua, Problem Solver, berorientasi public values-bertindak pragmatis, inovatif, mengukur resikko dari suatu kebijakan.

Ketiga, Solidarity maker, artinya memiliki kemampuan membangun social networking, mendorong partisipasi, mengambil inisiatif untuk menyelesaikan konflik.

Keempat, Political Capital, memiliki basis politik dari partai politik, maupun basis sosial dari organisasi masyarakat dan keagamaan.

Lalu, siapa saja calon yang memiliki 4 kriteria tersebut?

Empat nama yang masuk radar The Initiative Institute melalui 380 pemberitaan yang dikumpulkannya, layak menjadi Calon Gubernur Jatim di Pilgub Jatim 2018 mendatang yakni, Saifullah Yusuf-Wakil Gubernur Jatim (34 persen), Tri Rismaharini-Wali Kota Surabaya (33 persen), Khofifah Indar Parawansa-Menteri Sosial (15 persen) dan Abdullah Azwar Anas-Bupati Banyuwangi (11 persen).

“Kami memuat empat (4) hal dalam kriteria penting untuk menjadi pemimpin (Calon Gubernur Jatim),” kata CEO The Initiative Institute Airlangga Pribadi Sukman di sela acara Lainching literasi sosial, kebhinekaan dan diskusi ‘Kriteria Pemimpin Jawa Timur’ di Lodji Besar, Koffie & Djamoe, Surabaya, Rabu (1/3/2017).

“Dari empat nama opinion leader (layak Cagub Jatim) di atas, semuanya memiliki integritas,” tutur Airlangga Pribadi.

Pengajar Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga ini menambahkan, untuk kategori pemimpin Problem Solver, pihaknya memunculkan nama Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa dan Azwar Anas.

Sedangkan untuk kategori pemimpin yang memiliki solidarity maker, memunculkan nama Saifullah Yusuf, Khofifah Indar Parawansa.

“Untuk kategori pemimpin Policial Capital, muncul nama Bu Khofifah, Bu Risma dan Gus Ipul (Saifullah Yusuf),” jelasnya.

Dari keempat kriteria tersebut, apakah semua calon pemimpin harus pasti memiliki kriteria tersebut untuk dipilih masyarakat. Kata Airlangga, pihaknya tetap mempersilahkan masyarakat untuk memilih pemimpinnya sesuai pilihannya.

“Lembaga kami bertugas untuk menghimpun menuliskan kriteria calon pemimpin Jawa Timur, sehingga warga Jatim paham pemimpin yang dipilih untuk ke depan. Apakah pantas dipilih, kita kembalikan ke warga,” terangnya.

LEAVE A REPLY