Muhammadiayah Bakal Tambah 7 Universitas

0
16

FI.CO,Jakarta – Sebanyak 65 perguruan tinggi (PT) milik organisasi keagamaan Muhammadiyah akan segera dimerger menjadi bentuk universitas. Hal itu dilakukan sebagai respon atas usulan pemerintah yang ingin memperkuat kualitas perguruan tinggi di Tanah Air.

“Dari 165 PT milik Muhammadiyah, rencananya ada 65 PT yang akan dimerger menjadi universitas dan institut teknologi. Kini semuanya dalam proses perizinan dan administrasi,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Suyatno kepada wartawan, di Jakarta,beberapa waktu lalu.

Suyatno menjelaskan, proses merger di perguruan tinggi milik Muhammadiyah terbilang mudah karena berada dibawah yayasan pendidikan yang sama. Usulan merger antar perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi rumit jika pemilik yayasannya berbeda.

“Ide PTS kecil agar saling bergabung (merger) memang bagus, tetapi sulit dilaksanakan. Apalagi jika pemilik yayasan berbeda. Kecuali pemerintah mau memfasilitasi rencana itu,” kata Suyatno yang belum lama ini terpilih sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) itu.

Ia menjelaskan, kampus Muhammadiyah yang akan dimerger kebanyakan berbentuk sekolah tinggi dalam kesehatan, pendidikan dan keguruan. Misalkan, proses merger antara akademi kebidanan, sekolah tinggi ekonomi dan sekolah tinggi ilmu keguruan di Paloppo, Sulawesi Selatan.

“Rencananya tiga PT itu akan diubah menjadi Universitas Muhammadiyah Paloppo,” ucap Suyatno yang saat itu didampingi Pembantu Rektor (Purek) I Uhamka, Gunawan Suryoputro. Di Kalimantan Timur, lanjut Suyatno, merger 2 sekolah tinggi akan berbentuk Universitas Muhammadiyah Kaltim. Kondisi serupa akan dilakukan sejumlah perguruan tinggi di kota Kendal, Jawa Tengah, Kuningan, Jawa Barat dan Lamongan, Jawa Timur.

“Semua perguruan tinggi yang bermerger akan menjadi universitas. Dengan demikian akan ada penambahan 7 universitas Muhammadiyah baru. Saat ini Muhammadiyah sudah punya ada 43 universitas, dari 165 perguruan tinggi yang ada,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum PP Muhammadiyah tersebut.

Disinggung soal kesiapan tenaga dosennya, Suyatno mengatakan, hal itu sudah masuk dalam skema pengembangan pendidikan tinggi di Muhammadiyah. Sejumlah dosen saat ini tengah mengikuti pendidikan S2 dan S3, baik atas beasiswa pemerintah maupun kampus.

“Sesuai dengan saran pemerintah, pembentukan universitas baru ini fokus pada bidang teknik dan eksakta. Itu yang kami persiapan saat ini,” ujar Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonedia (Aptisi) DKI Jakarta itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrisekdikti) Mohammad Nasir menyatakan usulan merger antar PTS bersifat sukarela. Merger menjadi penting agar mampu bersaing dengan PTS besar.

Ditambahkan, jika kampus bersedia dimerger maka Kemenristekdikti akan mempermudah pemberian izin operasional. Jika perlu, pihaknya akan memfasilitasi jika ada PTS yang akan merger dari yayasan yang berbeda.

“Perguruan tinggi kita saat ini tercatat lebih dari 4 ribu. Jumlah itu terbilang sangat besar. Bandingkan China yang jumlah penduduknya mencapai 1,2 miliar hanya ada 2 ribu kampus,” kata Nasir menandaskan.

LEAVE A REPLY