Aset Desa Dijual

0
3

Ilustrasi

FI.CO,Sidoarjo – Penjualan tanah gogol  di desa Sidokepung kecamatan Buduran-Sidoarjo banyak menyisakan persoalan.Jalan untuk umum yang mestinya milik desa pun terjual.Pihak kejaksaan menganggap tidak ada pelanggaran hukum.Siapa yang menikmati.

Bermula dari pelepasan tanah gogol gilir desa Sidokepung seluas lebih kurang 83.800m2  ,tanah garapan puluhan petani pada 2013 beralih kepemilikan kepada PT.Cahaya Fajar Abadi Tama (CFAT). Persoalan ini muncul  lantaran warga merasa bahwa masih ada sisa tanah di dalam obyek tersebut yang merupakan aset desa ikut terjual kepada PT.CFTA.
Pengakuan warga bahwa dulu ada tanah seluas lebih kurang 5 ribu m2 diperuntukan jalan yang membelah antara blok Balong dan blok Krapyak di lahan gogol turut dijual.Namun beberapa pihak mengatakan dari hasil penjualan tanah tersebut tanah yang dulu falilitas umum berupa jalan yang membelah blok Balong dan blok Krapyak seluas lebih kurang 5 ribu m2 tidak masuk ke kas desa.Hingga saat ini pun pihak pemerintah desa tidak bisa menunjukan dana masuk dari sumber penjualan tanah tadi.

Oktober tahun lalu,Elok Suciati sebagai kepala desa dihadapan warga yang men-demo mengatakan bila mana ada pihak yang merasa dirugikan dalam proses penjualan lahan tersebut,sebagai kepala desa akan membantu.Faktanya hingga kini atas hilangnya aset desa masih jauh dari harapan masyarakat .

Terkait hal ini sejumlah warga beberapa kali mengadukan ke kejaksaan negeri setempat,namun pihak kejaksaan menganggab persoalan ini tidak ada pelanggaran hukum.Sehingga sampai saat ini masih menjadi polemik di tengah warga.(hari) SELENGKAPNYA BACA  TABLOID TRANS INDONESIA

LEAVE A REPLY