Kesejahteraan Membaik , Narkoba Meningkat

0
2

Ilustrasi

FI.CO,Banyuwangi – Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkobaterus memakan korban.Bahkan pemerintah pernah menyatakan keadaan darurat.Sederetan korban tak mengenal usia dan profesi.

Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, Timur Pradoko mengatakan, sejauh ini kasus paling meningkat tajam adalah narkoba. Dominasi dibanding kasus lain, narkoba mencapai 70 persen per tahun.”Seiring pertumbuhan Banyuwangi yang bisa dikatakan gemah ripah loh jinawi, yang jelas kasus narkoba di Banyuwangi meningkat,” terang Timur Pradoko,pada 25 Juli lalu.Rata-rata, kata Timur, kasus yang disidangkan dalam perkara kasus narkoba mencapai 200 kasus dari seribu kasus yang ada.”Putusan rata-rata di atas 5 tahun, mereka rata hampir menyeluruh dari kalangan rata tua sampai muda,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Timur, jumlah kasus dalam setahun di Banyuwangi mencapai 700 sampai seribu kasus. Dominasi kasus narkoba berikutnya ada kasus penganiayaan dan asusila.”Yang lainnya hampir merata. Rata-rata kasus pidana, kalau perdata itu paling perceraian sedikit paling banyak rata-rata masalah tanah,” imbuhnya.

Tahun ini, Pengadilan Negeri Banyuwangi mendapat sertifikat akreditasi dengan predikat (A) Excelent dari Mahkamah Agung. Beberapa yang menjadi catatan atas diraihnya predikat tersebut adalah tingkat pelayanan yang lebih baik.Hal itu meliputi, kebersihan dan layanan terhadap pencari keadilan. Sementara yang menjadi penilaian lain, pengadilan bertipe A ini, juga memberikan fasilitas teleconference bagi mereka yang tidak mau bertemu untuk melakukan mediasi.”Paling penting, kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi bagian utama dalam meraih predikat A tersebut,” pungkasnya.

Selama periode April-Mei 2017, Satuan Narkoba Polres Banyuwangi berhasil mengungkap 23 kasus pengguna dan pengedar narkoba di Kabupaten Banyuwangi. Dari 30 tersangka narkoba yang berhasil ditangkap, 27 orang diantaranya Laki-laki dan 3 orang perempuan.Modus transaksi narkoba yang baru diungkap di Banyuwangi. Seperti menggunakan media pembalut dan dimasukkan ke dalam buah-buahan.sumber kepolisian Mei lalu.

Selama pengungkapan kasus narkoba sejak April, Satnarkoba mengumpulkan barang bukti 23 paket sabu dengan berat 18,19 gram. Satu paket ganja kering, dan 6.651 butir pil Trilhexypendyl. Kemudian alat transaksi 25 handphone, 4 unit kedaraan roda empat dan 2 unit motor.
Penangkapan pengguna dan pengedar paket sabu menggunakan pembalut dilakukan tersangka ibu rumah tangga, inisial HM yang ditangkap di Kecamatan Genteng. “Karena dia wanita, dia mengelabui. Rekan-rekan di lapangan agak segan memeriksa yang berhubungan dengan barang pribadi. Maka kami menugaskan Polwan untuk memeriksa,” jelasnya.

Kasus narkoba  ini sebagian besar dari wilayah Kecamatan Genteng, Glenmore, dan Kalibaru. Tiga wilayah yang tergolong luas di Kabupaten Banyuwangi, dan terdapat banyak perkampungan.Sementara untuk pengguna pil koplo atau penyalahgunaan obat apotik Trilhexypendyl rata-rata oleh Anak-anak muda. “Rata-rata pengguna pil anak putus sekolah. Anak jalanan. harganya relatif murah, dia bisa mendapatkan sensasi fly,” ujarnya.

Bahkan  pada Mei 2015,dalam kurun waktu 2 minggu, 20 tersangka penyalahgunaan narkoba berhasil dibekuk tim narkoba Polres Banyuwangi beserta 4500 butir. Mereka rata-rata pemain lama yang disergap dari 16 TKP berbeda,satu diantaranya perempuan muda. Sugiharti 26 tahun  warga Srono, , menyimpan 152 butir pil koplo jenis trilhexypenidyl.

Menyasar segala  profesi

Karir Briptu Rio Dipta Wibawa, anggota Polres Banyuwangi berakhir. Anggota Seksi Umum (Sieum) ini diberi sanksi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) karena melanggar kode etik kepolisian dan tersangkut narkoba.

Sesuai surat keputusan Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji, karir Rio di Polres Banyuwangi berakhir sejak 30 November 2015 lalu”Rio dipecat karena sudah tiga kali tersandung kasus narkoba.Sebelumnya Briptu Andik Triana dan Brigadir Herman Supriyanto. Pemberhentian keduanya diumumkan secara resmi pada 2009 lalu, oleh Kapolres Banyuwangi yang kala itu dijabat AKBP Rahmat Mulyana.

Briptu Andik di sanksi PTDH setelah Pengadilan Negeri Banyuwangi menyatakan ia terbukti terlibat kasus penyalahgunaan narkoba tahun 2008 lalu dan menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara. Sedangkan Brigadir Herman divonis hukuman 10 bulan penjara setelah diketahui menyimpan narkoba di rumah dinasnya.
Aipda ME yang tertangkap tangan oleh BNNP karena kepemilikan narkoba pada 28 September tahun itu .

Pada 2016, Dedi Suntoro, Kepala Desa Kendalrejo digelandang polisi setelah sejumlah petugas polisi dari Polres Banyuwangi menggerebek kediamannya,pada 2 Nopember.”Saya tidak nutup-nutupi kenyataannya memang benar jika ada sejumlah polisi yang mendatangi rumah Pak Kades. Sebelumnya, polisi juga menggeledah ruang kerjanya di Kantor Desa,” jelas Sekretaris Desa Kendalrejo, Hadi Mas’ud.
Namun, kata Sekdes, dari hasil pemeriksaan di dalam ruang kerja kades itu, perugas tidak ditemukan barang apapun. Akan tetapi, saat penggeledahan di rumah Kepala Desa, baru ditemukan sejumlah barang mencurigakan.”Saya tidak tahu barang itu apa, tapi seperti alat isap dan botol. Polisi menunjukkan barang bukti itu tapi saya tidak tahu,” ungkapnya.

Pebruari 2017,Operasi tiga pekan Satuan Reserse Narkoba Polres Banyuwangi berhasil mengungkap 33 kasus penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya. Sebanyak 43 orang  terdiri atas 39 pelaku pria dan 4 lainnya perempuan

Sukses yang diraih aparat ini, merupakan bukti keaktifan petugas dalam memerangi narkoba. Pengungkapan kasus narkotika ini disertai bukti 56 paket SS seberat 26,31 gram dan 0,28 gram serbuk hijau yang ditengarai ekstasi.“Bukti pil Trek yang disita berjumlah 19.434 butir plus 783 Dekstro. Ada pula 2 bong yang terdapat sisa sabu, uang tunai  6.772.000, 28 unit HP, 2 unit roda empat, 1 unit sepeda motor serta 1 timbangan elektrik,” terang pejabat nomer dua di jajaran Polres Banyuwangi.

“Jaringannya terputus sehingga cukup sulit untuk menangkapnya bersama pengedar,” ungkap perwira dengan melati emas di pundak,pada 27 Pebruari.(yoga)dari berbagai sumber

berita ini dimuat Tabbloid Trans Indonesia,edisi awal Agustus 2017 dengan judul dan isi tanpa perubahan

LEAVE A REPLY