Rakyat Bakal Nikkmati Gurihnya Garam Import

0
117

Oleh:winarto(pemimpin Forum Indonesia Group)

PT Garam, BUMN yang bergerak di sektor industri garam, mendapat penugasan dari pemerintah untuk mengimpor 75 ribu ton garam bahan baku. Garam impor harus didatangkan sebelum 10 Agustus 2017.

Plt Dirut PT Garam, Budi Sasongko, menyatakan bahwa 75 ton  ton garam bahan baku itu akan dipasok dari Australia. Negeri Kangguru itu dipilih karena lokasinya yang dekat dengan Indonesia, garam bisa sampai dalam waktu singkat. “Kita sudah menghubungi pemasok di Australia. Australia paling dekat dan paling cepat. Tanggal 10 Agustus kita pembongkaran di 3 pelabuhan,” kata Budi dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta pada 28 Juli kemarinGaram bahan baku tersebut akan dijual PT Garam ke industri kecil dan menengah (IKM) pembuat garam konsumsi dengan kapasitas produksi di bawah 5 ton per minggu. “Itu untuk IKM kapasitas di bawah 5 ton per minggu,” ucapnya.

Belum diketahui berapa harga garam bahan baku dari Australia, maka PT Garam juga belum dapat memastikan berapa harga jualnya ke IKM nanti. “Harga belum disampaikan oleh pemasok dari Australia,” tukasnya. Garam bahan baku yang diimpor memiliki kadar NaCL paling sedikit 97 persen , masuk pada 10 Agustus 2017 melalui 3 pelabuhan, yaitu Pelabuhan Ciwandan, Tanjung Perak, dan Belawan.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan belum banyak memaparkan lebih lanjut mengenai rencana penyatuan jenis penggunaan garam. Penyederhanaan tata niaga impor garam menurutnya masih dalam proses pembahasan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.Terkait izin impor garam konsumsi, Oke mengatakan masih dalam tahap verifikasi oleh KKP.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri sebelumnya mengungkapkan masih terjadi kelangkaan garam konsumsi di pasar tradisional. Akibatnya, kenaikan harga bisa menembus 200 persen.

Abdullah menjelaskan harga garam kemasan 200 gram bisa menembus 4.500. Di Jakarta, sambungnya, harga berada di kisaran 2.600—3 ribu  per 200 gram. Sementara itu, harga di berbagai daerah bervariasi dengan kisaran 3.500—5 ribu per 200 gram.“Hampir di seluruh pasar di Indonesia. Kenaikannya variatif ada yang 50 persen  hingga 200 persen,” ujarnya.

Dia menjelaskan pada kondisi normal biasanya harga berada pada kisaran 1.500—2 persen per 200 gram. Kendati demikian, dia menyarankan agar pemerintah tidak melakukan opsi impor garam konsumsi. Menurutnya, justru harus dilakukan optimalisasi terhadap hasil produksi petani lokal. Sekarang ketersediaan dulu kita talangi. Kemungkinan mekanismenya menggunakan HET (Harga Eceran Tertinggi),” ucapnya. Impor hanya dilakukan saat produksi garam di dalam negeri terganggu. “Begitu panen garam normal ya (izin impor) tidak kita terbitkan,” tutupnya

 

LEAVE A REPLY