Cerita Ketatnya Seleksi Anggota Paskibraka HUT RI ke-72

0
8

FI.CO,Jakarta – Menjadi anggota Paskibraka HUT RI ke-72 bukanlah suatu hal yang mudah. Sepasang putra dan putri terbaik Indonesia dipilih dari setiap provinsi dengan seleksi ketat di daerahnya.

Berbagai aspek mulai dari psikologi hingga fisik peserta diteliti dengan baik oleh tim seleksi. Selain itu ada proses seleksi yang dilalui mulai dari tingkat SMA, Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Nasional. Mereka yang ikut seleksi adalah siswa SMA kelas 1 dan naik ke kelas 2. Ketika masa karantina di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Cibubur, Jakarta Timur, mereka telah duduk di bangku kelas 2.

Berbagai aspek mulai dari psikologi hingga fisik peserta diteliti dengan baik oleh tim seleksi.Berbagai aspek mulai dari psikologi hingga fisik peserta diteliti dengan baik oleh tim seleksi. (Foto: Hasan Alhabshy)

Ketatnya seleksi anggota Paskibraka dirasakan oleh Widya, salah seorang Paskibraka. Perempuan wakil dari Sulawesi Barat ini bahkan harus bersaing dengan anak pejabat di daerahnya.

“Awalnya itu dari sekolah, ikuti kegiatan Paskibra di sekolah saya, di situ tiap minggunya ada latihan. Sekolah saya di SMA Negeri 1 Topoyo, Mamuju Tengah. Terus tiap minggunya latihan, dan sekitar bulan 4 itu ikut seleksi,” kata Widya di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (10/8/2017).

Usai lolos seleksi sekolah, Widya kemudian mengikuti seleksi antar sekolah di Kabupaten Mamuju Tengah tempat dia tinggal. Mereka yang terpilih akan ikut seleksi seanjutnya ke tingkat Provinsi.

“Di Provinsi kita dipiih lagi, satu kabupaten kita dipilih 4 orang untuk ikut seleksi ke nasional. Dan di Provinsi Sulawesi Barat ada 6 kabupaten jadi semuanya terkumpul 24 orang, dan kita seleksi sekitar 3 hari, di situ ke merasa seleksi iya, kita sama-sama bersaing, cuma seakan kita itu sudah latihan karantina,” sebutnya.

Widya yang merupakan putri seorang petani ini bahkan harus bersaing dengan anak pejabat di provinsi asalnya. “Ya ada anak wakil wali kota Mamuju, banyak, ada anak-anak pejabat juga, ada anak polisi, tapi nggak apa-apa. Kata bapak nggak apa-apa anak petani juga bisa,” ujarnya.

Cerita Ketatnya Seleksi Anggota Paskibraka HUT RI ke-72Ada proses seleksi yang dilalui mulai dari tingkat SMA, Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Nasional (Foto: Hasan Alhabshy)

Ketatnya saingan untuk menjadi anggota Paskibraka nasional juga dirasakan Aji yang merupakan wakil dari Provinsi Bali. Meski telah aktif di organisasi Paskibraka di sekolahnya, Aji harus mengikuti proses seleksi yang panjang dan ketat.

“Seleksinya itu agak panjang, sekolah saya kan berbasis militer karena di sekolah kan ada organisasi Paskibraka, setelah diseleksi 2 orang lalu dikirim ke Kabupaten. Di sekolah saya kalau ada LKBB itu saya yang urus. Nah dipilih 10 orang di sekolah dan dibawa ke kabupaten untuk diseleksi,” katanya.

Kabupaten Buleleng, Bali, tempatnya tinggal kemudian memilih sepasang putra dan putri untuk dikirim ke Provinsi. “Di Bali itu ada 9 kabupaten, jadi 90 orang itu, terus di Bali sekarang itu katanya menggunakan sistem quota, setiap kabupaten itu harus mengirim 10 dan harus pulang 1 pasang atau 2 orang,” imbuhnya.

Aji juga harus bersaing dengan calon peserta yang dinilainya memiliki banyak kelebihan. “Lumayan ketat, lawannya itu ada yang bodinya lebih bagus, ada juga yang tingginya pas,” paparnya.

DETIK

LEAVE A REPLY