Ritual Jamasan, Wasiat Sunan Kalijaga Bersihkan Benda Pusaka

0
130
Ilustrasi

FI.CO – Jika di makam Sunan Muria ada ritual Guyang Chekatak saat musim kemarau tiba dan di makam Sunan Kudus ada ritual Dhandangan menjelang Ramadan. Maka di Kompleks Makam Sunan Kalijaga ritual yang paling terkenal adalah ritual Jamasan.

Ritual Jamasan ini berlangsung pada Hari Raya Idul Adha atau yang dikenal masyarakat Jawa hari Bodho besar. Dalam ritual ini, dua jenis senjata andalan dari Sunan Kalijaga berupa Wesi Kuning (besi kuning) dan Rompi Ontokusumo dibersihkan.

Biasanya prosesi upacara Jamasan ini dihadiri oleh keturunan Sunan Kalijaga, baik yang ada di Keraton Solo, Keraton Yogyakarta maupun dari Surabaya.

Dalam prosesi ritual, ada acara menerima minyak jamas dari Keraton Solo Pakubuwono. Minyak jamas ini terdiri dari minyak melati keraton, minyak kelapa dan minyak cendon.
Kebiasaan membersihkan pusaka ini merupakan wasiat dari beberapa guru dan Sunan Kalijaga. Salah satu gurunya adalah adik iparnya sendiri, Empu Supo sang resi pembuat senjata atau pusaka di masa Sunan Kalijaga.

Saat ritual, peziarah makam Sunan Kalijaga berbondong – bondong mendatangi makam. R Prayitno,┬ápeziarah juga membeludak menjelang puasa dan hari-hari tertentu, seperti malam Jumat Kliwon.

Para pengunjung juga antusias menantikan waktu-waktu tertentu dibukanya makam atau cungkup Sunan Kalijaga. “Puncaknya Kliwon sebulan tiga kali. Pon, Pahing, Kliwon. Jumatan buka lagi baik malam maupun siang dan sore. Kalau pengunjung menjelang Ramadan paling ramai sekali.

LEAVE A REPLY