Ikut Almanak Jawa, Kirab Suro Keraton Surakarta Digelar Malam Jumat

0
80
Keraton Surakarta

FI.CO, Solo – Keraton Kasunanan Surakarta akan menggelar kirab pusaka malam 1 Sura pada 21 September 2017, sesuai kalender Jawa yang digunakannya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan kirab ini lebih lambat sehari dibanding penetapan 1 Hijriyah yang ditentukan Pemerintah.

Juru bicara Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Benowo, mengatakan kirab rencananya akan dimulai 21 Septembet sekitar pukul 23.00 WIB berlangsung hingga 22 September dini hari.

“Saya dipanggil Sinuhun (Paku Buwono/PB XIII), diingatkan kalau tahun Dal itu jatuh malam Jumat, berarti (kirab) suran ya malam Jumat. Saya tanya ke banyak ahli, ternyata benar. Jadi kita menggunakan patokan Aboge. Kalau patokan Asopon ya memang 20 September. Berbeda waktu itu biasa, wongpas puasa saja kadang juga berbeda,” kata Benowo saat jumpa pers di Sasono Putro Keraton Surakarta, pada 18 September.

Seperti diketahui, meskipun penanggalan atau kalender Jawa merupakan penyesuaian kalender Saka dengan tahun Hijriyah, namun Keraton Dinasti Mataram memiliki kalender sendiri yang ditetapkan sejak masa Pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Kalender tersebut kemudian dikenal dengan nama Almanak Sultan Agungan.

Adik PB XIII, KGPH Dipokusumo, menjelaskan bahwa 1 Suro di Keraton ditetapkan berdasarkan kalender Jawa. Sesuai kalender tersebut, 1 Suro besok merupakan penanda memasuki tahun baru, yakni tahun Dal 1951 Jawa.

“Tahun Jawa diperhitungkan berdasarkan lunar atau perputaran bulan dan solar atau perputaran matahari. Jadi ini merupakan gabungan kalender hijriyah dan saka, hingga lahirlah tahun Jawa,” papar Dipokusumo.

Lebih lanjut, mengenai pelaksanaan kirab, Benowo mengatakan kirab tahun ini akan digelar berbeda. Perbedaan akan terlihat pada jumlah pusaka yang dikeluarkan.

“Sinuhun (PB XIII) kemarin mengatakan ada tujuh pusaka yang akan keluar. Tapi saya usul 20 pusaka, agar masyarakat tahu pusaka keraton itu banyak,” kata Benowo di Sasono Putro, pada 18 September.

Menurutnya, selama ini pusaka yang dikirab paling banyak berjumlah 13 pusaka. Tahun ini, pihaknya menginginkan sesuatu yang berbeda agar masyarakat lebih antusias menyaksikan kebudayaan Jawa.

Seperti biasanya, kirab malam 1 Sura juga akan mengikutsertakan kerbau bule atau Kebo Kiai Slamet di depan barisan. Benowo memperkirakan ada tujuh ekor kerbau yang akan diikutkan dalam kirab.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surakarta akan menyesuaikan kalender yang ditetapkan Keraton Kasunanan Surakarta. Meskipun, sebelumnya Pemkot mencatat acara malam 1 Suro pada 20 September.

“Pelaksanaan kirab malam 1 Suro kita berpatokan pada Sinuhun (PB XIII). Jadi acara kirab hanya satu kali pada 21 September,” ujar Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

LEAVE A REPLY