Keangkeran Pohon Bunut Bolong di Jembrana, Rombongan Pengantin Dilarang Lewat

0
112
Pohon Bunut Bolong

FI.CO – Bali yang dikenal masih kental dengan adat dan budayanya, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain alamnya, aura mistis dari alam di Pulau Dewata masih tetap diyakini hingga turun temurun.

Salah satunya wisata alam Bunut Bolong yang berada di lokasi Desa Manggis Sari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
Dinamai Bunut Bolong, karena di lokasi tumbuh pohon bunut besar berumur ratusan tahun yang bagian akarnya membentuk sebuah lorong.

Bahkan, lorong tersebut menghubungkan kedua sisi jalan raya atau jalan umum. Namun jangan salah, tidak semua warga atau wisatawan yang ingin melihat keunikan Bunut Bolong ini bisa melintas ke lorong tersebut. Kawasan wisata ini setiap hari ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun domestik.

Selain unik, juga tersimpan cerita mistis yang hingga kini melegenda dan dipercayai oleh warga sekitar maupun warga dari daerah lain. Seperti sebuah kutukan, pastinya pasangan pengantin atau rombongan iringan pengantin dilarang melintas lorong Bunut Bolong.
Tidak hanya itu, bagi mereka yang ingin honeymoon di Bali dan kebetulan menuju jalur ini, juga sangat dilarang keras melintas jalan di lorong bunut bolong. Konon jika larangan itu diabaikan, biasanya terjadi kecelakaan pada rombongan pengantin. Atau rumah tangga dari pengantin tidak langgeng. Paling fatal ditinggal mati dalam waktu singkat dari salah satu pasangan pengantin tersebut.
“Tidak ada yang berani menentang larangan itu karena masyarakat meyakini jika ditentang atau dilanggar akan mendatangkan petaka bagi pasangan pengantin itu,” ujar Wayan Sudipta, salah seorang warga setempat. Lanjut Sudipta yang juga sebagai pemandu wisata Bunut Bolong menuturkan kalau pantangan itu juga berlaku buat pasangan yang berbulan madu.
Jika pasangan berbulan madu lewat dibawah pohon bunut besar tersebut, maka diyakini akan bercerai. Namun, jika salah satu dari pasangan tersebut berniat ingin cerai dan diam-diam menerobos pantangan itu dengan sengaja, kemungkinan ajal yang memisahkan mereka. “Sudah banyak yang melanggar pantangan ini akhirnya bercerai. Makanya pantangan atau larangan itu masih ditaati oleh masyarakat Bali,” imbuhnya.
Karena pantangan itu dan demi menjaga kesucian dari alam setempat, maka pemerintah bersama pihak adat setempat kemudian membuatkan jalan khusus bagi pasangan pengantin atau iring-iringan pengantin yang melintas di bunut bolong. Sehingga bagi iring-iringan pengantin atau pasangan yang sedang bulan madu tidak lewat di bawah pohon Bunut Bolong tersebut.
“Untuk menghindari hal ketidaktahuan, dibuatkan rambu-rambu arah jalan khusus pengantin,” terangnya. Jalan khusus buat pasangan atau iring-iringan pengantin tersebut dibuat di sebelah barat pohon bunut besar tersebut, sehingga tidak melintas di bawah Bunut Bolong.
Menariknya lagi, kendati pohon bunut bolong ‘haram’ dilintasi pasangan pengantin atau yang berbulan madu. Namun, kawasan ini justru laris jadi objek momen foto-foto pre wedding. Bahkan tak jarang mereka yang sedang pre wedding di lokasi ini sesudahnya selalu memohon diberikan kemudahan dan kelancaran serta kelanggengan dalam berumah tangga.

LEAVE A REPLY