Pedagang: Harga Ayam Jago di Bojonegoro Naik

0
2
Dua pedagang ayam di Pasar Ayam Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, 13 Oktober

FI.CO, Bojonegoro – Sejumlah pedagang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan harga ayam jago di daerah setempat juga Tuban, naik sekitar 50 persen karena banyak masyarakat yang membutuhkan untuk hajatan bulan Suro.

“Ayam jago laris sudah berlangsung pas masuk bulan Suro sejak 21 September lalu,” kata seorang pedagang di Pasar Ayam Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro Nyamidi, di Bojonegoro, 13 Oktober.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya asal Desa Menilo, Kecamatan Soko, Tuban Ny. Sumini yang juga berjualan di pasar banjarjo.

“Saya rata-rata bisa menjual sekitar 50 ayam per hari. Sebagian besar ayam jago sejak masuk bulan Suro,” kata Ny. Sumini.

“Saya sejak masuk bulan Suro rata-rata bisa menjual 10 ekor ayam jago per hari,” timpal Nyamidi seraya menambahkan bahwa puluhan pedagang ayam di pasar setempat semuanya bisa menjual ayam jago dengan jumlah banyak.

Menurut Nyamidi juga Sumini, ayam jago laris juga dengan harga  naik sampai 50 persen disebabkan banyak masyarakat membutuhkan ayam jago untuk disembelih sebagai syarat syukuran pada hari kelahiran, selain juga untuk syarat “telasan” atau kenaikan tingkat perguruan pencak silat.

“Ya kok mesti ayam jago yang harus disembelih saya kurang tahu pasti. Cuma kata orang tua syaratnya yang disembelih harus ayam jago,” ujar Nyamidi dibenarkan pedagang ayam lainnya Abu.

Padahal, menurut Nyamidi, juga Abu, puluhan pedagang di pasar setempat kesulitan menjual ayam jago. Tetapi, sekarang ayam jago yang biasanya seharga Rp 100 ribu per-ekor bisa laku Rp 150 ribu per-ekor.

Oleh karena itu, lanjut Nyamidi, kalau nanti bulan Suro sudah habis maka ayam jago kembali tidak laku dijual karena masyarakat lebih memilih ayam kampung “babon”.

“Tapi kalau sekarang harga ayam kampung yang bukan jago tetap stabil. Harga  rata-rata ayam “kemanggang” (muda) sekitar  Rp 45 ribu per-ekor,” ucap Ny. Sumini menambahkan.

Di Pasar Ayam Banjarjo, para pedagang juga menjual mentok dengan harga berkisar Rp 40 – Rp 90 ribu per-ekor, bebek rata-rata Rp 35 ribu per-ekor, juga kelinci Rp 40 ribu per-ekor.

“Untuk kelinci pembelinya dari Jawa Tengah, untuk satai kelinci,” ucap Nyamidi menegaskan.

Yang jelas, menurut Ny. Sumini, harga berbagai jenis ayam, juga bebek, dan mentok harganya akan turun drastis kalau musim banjir luapan Bengawan Solo.

“Kalau sudah musim banjir banyak masyarakat di sepanjang Bengawan Solo menjual ayamnya sehingga harga ayam jatuh.

LEAVE A REPLY