Pakde Karwo: Pelestarian Wayang Mampu Bersihkan Kesombongan

0
106
Pagelaran wayang dalam rangka HUT Ke-72 Provinsi Jatim dan HUT Ke-72 TNI di Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, 18 Oktober dini hari

FI.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan pagelaran wayang merupakan budaya yang bisa membersihkan sifat kesombongan seseorang sehingga wajib dilestarikan dan dipertahankan oleh masyarakat sebagai generasi bangsa.

“Wayang tak hanya berbicara budaya, tapi nilai yang terkandung di dalamnya sangat bermakna,” ujarnya di sela pagelaran wayang dalam rangka HUT Ke-72 Jatim dan HUT Ke-72 TNI di Makodam V/Brawijaya, 17 Oktober kemarin.

Pagelaran wayang yang berakhir hingga menjelang pagi tadi tersebut mengambil lakon “Babat Wonomarto” dengan menghadirkan duet dalang ternama, Ki Manteb Soedharsono dan Ki Anom Suroto.

Selain membersihkan sifat kesombongan, kata dia, wayang juga merupakan jitu dalam merawat kedamaian di tengah masyarakat khususnya, menjelang proses Pilkada serentak 2018.

“Jangan salah, pagelaran wayang juga bisa membasuh kekotoran politik. Budaya bisa membersihkan sifat kesombongan seseorang,” ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Sementara itu, ribuan warga dari beberapa daerah hadir menyaksikan pagelaran wayang yang diinisiasi oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf tersebut.

Turut hadir Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto, Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemprov Jatim.

Sementara itu, Wagub Jatim Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pagelaran ini bagian dari keliling wayang nusantara yang diselenggarakan sejak 2016.

Menurut dia, budaya wayangan sudah ada sejak lama dan banyak digemari bukan karena sebagai tontonan, bagi masyarakat tapi juga sebagai tuntunan dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam wayang, lanjut dia, terdapat semacam pendidikan yang menjelaskan karakter manusia, seperti baik buruk, kekerasan dan kelembutan benci dan cinta tergambar dalam karakter pewayangan sehingga menjadi daya tarik bagi penonton.

“Dengan mengetahui karakter wayang, kita bisa melihat kebenaran dan kejahatan sebenarnya. Wayangan juga menjadi bagian dari pendidikan karakter,” katanya.

LEAVE A REPLY