Tarian Guruh Soekarnoputra Semarakkan Festival Seni Pantai Prigi di Trenggalek

0
9
Foto kolase kegiatan pembukaan Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) ke-13 di Prigi, Trenggalek, 21 Oktober kemarin

FI.CO, Trenggalek – Aneka pertunjukan kesenian khas daerah kawasan pesisir selatan Jatim dan tarian karya kareografer Guruh Soekarnoputra turut menyemarakkan Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) ke-13 di Pantai Prigi, kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, 22 Oktober.

Ribuan wisatawan dari berbagai daerah tak menyia-nyiakan kesempatan langka itu untuk menonton hingga masing-masing daerah unjuk kebolehan menampilkan kesenian khas daerah masing-masing di panggung 360 yang lokasinya menghadap langsung  Teluk Prigi.

Tak hanya bisa duduk santai menikmati pemandangan laut yang indah dengan suguhan aneka tarian kawasan pesisir dari delapan kabupaten peserta FKKS, pengunjung juga bisa melihat aneka produk khas termasuk kuliner daerah di stand pameran UMKM yang disediakan panitia tak jauh dari lokasi pertunjukkan di panggung 360.

“FKKS ke-13 di Prigi kali ini kami fokuskan kegiatan pada siang hari. Kenapa Prigi dan kenapa siang, karena Prigi menjadi ikon wisata pesisir di Trenggalek yang memiliki volume kunjungan tinggi. Digelar siang karena mayoritas wisatawan datang pada siang hari, kalau malam nanti khawatir tidak ada yang nonton,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek Joko Irianto.

Sejak dibuka di hari pertama pada 21 Oktober kemarin, gelaran FKKS berlangsung meriah. Penampilan 125 penari yang menyuguhkan aneka tarian berkarakter lokal pesisir selatan yang dipadu budaya berkarakter religi besutan maestro koreografi Indonesia, Guruh Soekarno Putra membuat parade kesenian pesisir selatan Jatim itu menjadi kian semarak.

Joko Irianto mengatakan, ide mendatangkan koreografer tari bertaraf nasional sekelas Guruh Soekarno Putra sengaja digagas Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak agar gelaran FKKS memiliki sentuhan berbeda dan memiliki “gaung” dalam upaya mempromosokan kesenian dan budaya pesisir selatan Jatim itu, termasuk Trenggalek.

“Hari pertama kamarin itu, seluruh penari yang tampil merupakan penari dari muda-mudi Trenggalek yang terpilih lalu dilatih koreografi tari besutan Mas Guruh, melalui asisten pelatih dibantu pelatih lokal yang telah menjalani pembekalan kemampuan sebelumnya,” kata Joko.

FKKS yang dijadwalkan berlangsung dua hari berakhir 22 Oktober, ditandai dengan penampilan kesenian dari delapan peserta FKKS plus penampil eksebisi dari Kabupaten/Kota Madiun.

Tepuk riuh seakan tiada henti setiap kali kelompok penari berusia dewasa membawakan sejumlah tari bertema tradisional religius maupun kontemporer besutan Guruh, putra Presiden ke-1 RI tersebut.

Sementara Guruh Soekarnoputra yang duduk di kursi VIP bersama Wakil Gubernur Saifullah Yusuf dan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, sesekali menjelaskan setiap kali jenis tarian dimainkan puluhan penari binaanya.

Dalam karya yang ditampilkan ini, putra presiden pertama mengambil beberapa tema, salah satunya adalah tarian bedoyo yang terispirasi dari Sunan Kalijogo.

“Saya ciptakan tarian yang ada pengaruh dari Jawa dan beberapa daerah lain, misalkan Banyuwangi, kemudian Betawi dan juga Bali,” kata Guruh Soekarnoputra dalam pidato sambutannya.

Pembukaan festival kesenian pesisir ala budaya dan tradisi yang berkembang di kawasan pesisir selatan Jatim itu digelar mulai 21 Oktober sore pukul 15.00 WIB dan berakhir pada Minggu, hari ini.

Diikuti delapan daerah pesisir selatan Jatim, masing-masing daerah menampilkan kesenian khas daerah masing-masing di panggung terbuka 360 yang berada persis berhadapan dengan Pantai Prigi, daerah yang digadang-gadang oleh Bupati Emil Dardak sebagai kota baru maritim di selatan Trenggalek.

Dalam aksi penggung tersebut Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak juga sempat tampil dengan menyanyikan salah satu lagu ciptaan dari Guruh Soekarno Putra.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur Jarianto mengatakan, FKKS merupakan cara pemerintah untuk mendorong daya saing kawasan selatan melalui pengembangan seni budaya dan pariwisata daerah.

Menurutnya, kekuatan budaya pesisir selatan itu diharapkan mampu mengimbangi pertumbuhan wisata di wilayah utara Jatim.

“Melalui FKKS ini pula diharapkan kerjasama antara seniman di kawasan selatan bisa terjalin, sehingga satu sama lain saling mendukung memberikan manfaat yang positif dalam pengembangan wisata budaya dan lain sebagainya,” kata Jariyanto.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengaku cukup puas dengan penyelenggaran FKKS pada hari pertama ini, karena seluruh kesenian yang ditampilkan mampu menarik.

“Ini luar biasa sekali, para penari tadi (karya GSP) diambil dari para pelajar yang digembleng dengan latihan selama dua bulan siang dan malam. Hasilnya benar-benar di luar dugaan, lebih dari yang dibayangkan,” kata Emil.

Emil berharap, pementasan di FKKS tersebut akan menjadi tonggak dan inspirasi untuk pengembangan wisata di kawasan selatan Jawa Timur untuk lebih maju dan berkembang pesat.

LEAVE A REPLY