Bahaya Menahan Bersin: Pembuluh Darah Pecah Hingga Sobek Gendang Telinga

0
2
Ilustrasi

FI.CO, Jakarta – Apakah karena tidak ingin berisik, malu, atau sebab lainnya beberapa orang mungkin pernah mencoba menutup hidung dan mulut ketika bersin. Pada saat itu yang terjadi adalah tekanan udara kuat akan dipaksa masuk kembali dan tentu bisa berdampak pada tubuh.

Spesialis telinga-hidung-tenggorokan (THT) dr Erich Voigt dari NYU Langone Health mengatakan ketika seseorang menahan bersin maka udara akan kembali masuk lewat jalur sinus di kepala, ke mulut, dan berakhir di dada. Semua itu terjadi dengan cepat hanya beberapa saat namun tetap bisa menimbulkan masalah.

“Ketika kita menahan bersin dengan menutup mulut atau hidung maka akan terjadi peningkatan tekanan udara di dalam tubuh. Sekitar lima sampai 24 kali lebih kuat dari saat kita bersin yang dilepas biasa,” kata dr Erich dikutip dari Fox Health, Sabtu (4/11)

Apa saja dampaknya?
Berikut yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Hilangnya fungsi pendengaran
Tekanan udara yang meningkat mendadak pertama dapat menyebabkan sobeknya gendang telinga. Bila lebih parah bisa juga merusak struktur-struktur lainnya di dalam telinga.

“Jadi pada beberapa kasus parah bukan gendang telinga yang sobek tadi struktur sensitif di telinga bagian dalam yang dapat berujung pada hilangnya fungsi pendengaran permanen,” kata spesialis THT lain dr Ahmad R. Sedaghat dari Harvard Medical School.

2. Mimisan
Selain rusaknya telinga, ada kemungkinan juga tekanan udara berlebih memecahkan pembuluh darah yang ada. Di hidung ada banyak pembuluh darah sensitif dan bisa pecah menjadi mimisan ketika seseorang menahan bersin.

3. Patah tulang
Pada beberapa kasus tekanan udara dari bersin juga dapat menyebabkan kejadian patahnya tulang. Hal ini pernah dialami oleh seorang wanita bernama Jenny Compton dari Hampshire yang pada saat itu justru bersinnya tidak ditahan.

“Suatu waktu saya bersin sangat kuat dan merasakan ada rasa nyeri di bawah tangan saya. Awalnya saya tidak berpikir apa-apa tapi tiga hari kemudian rasa sakitnya masih ada dan setiap batuk atau bersin sakitnya membuat saya ingin pingsan,” kata Jenny seperti dikutip dari DailyMail.

4. Stroke
Pada kejadian yang lebih langka lagi seseorang juga bisa mengalami stroke saat menahan bersin. Hal ini terjadi bila sebelumnya sudah ada abnormalitas pada pembuluh darah seperti misalnya aneurisma.

Orang dengan aneurisma dinding pembuluh darah di otaknya sudah melemah sehingga rentan pecah. Nah ketika bersin ditahan maka tekanan udara ekstra yang ada dapat memecahkan pembuluh darah dan memicu stroke.

LEAVE A REPLY