Wayang Keroncong Raih Penghargaan di Festival Boneka Moskow

0
22
Pertunjukan wayang keroncong di Moskow, Rusia (dok. KBRI Moskow)

FI.CO – Penampilan wayang keroncong dari kelompok teater asal Bandung, Behind The Actors, berhasil menyabet penghargaan Best Puppet Maker dalam ajang Red Mood Festival di Moskow. Penghargaan tersebut diberikan karena wayang keroncong dinilai sangat unik dan menarik.

Seperti disampaikan rilis KBRI Moskow, Jumat (10/11), Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kiprah Behind The Actors yang secara tidak langsung telah turut memerankan diplomasi budaya Indonesia di Rusia.

“Keunikan dan keragaman budaya Indonesia sangat digemari masyarakat Rusia, seperti wayang golek ini dan juga bahkan wayang kulit yang pernah dipentaskan di Festival Indonesia. Masyarakat Rusia pada dasarnya menyukai karya-karya klasik,” kata Dubes Wahid saat menerima kunjungan kelompok Behind The Actors di KBRI Moskow, Selasa (7/11) waktu setempat.

Dubes Wahid ditemui kelompok teater asal Bandung, Behind The Actors
Dubes Wahid ditemui kelompok teater asal Bandung, Behind The Actors Foto: dok. KBRI Moskow

Red Mood Festival yang digelar 3-5 November, merupakan festival boneka internasional yang telah berlangsung selama 4 tahun berturut-turut.

Sejumlah negara ikut dalam festival yang diadakan di Red Theatre, pinggiran kota Moskow ini. Negara yang pernah ikut serta di antaranya Belarus, Belgia, Yunani, Prancis, dan Georgia.

“Untuk pertama kalinya di Rusia, kami partisipasi memenuhi undangan Red Theatre dan kami bersyukur atas apresiasi besar yang diberikan kepada kami,” ujar Honey Rosalynda Mayne selaku produser Behind The Actors.

Dubes Wahid ditemui kelompok teater asal Bandung, Behind The Actors
Dubes Wahid ditemui kelompok teater asal Bandung, Behind The Actors Foto: dok. KBRI Moskow

Pertunjukan wayang keroncong berupa permainan wayang golek dengan iringan musik keroncong yang kali ini membawakan lakon “Kumbakarna Pejah”. Pertunjukan ini mampu menghibur para penonton, termasuk anak-anak yang memenuhi gedung pertunjukan.

Wayang-wayang golek yang dimainkan oleh dalang Atjep Hidayat, didukung Asep Budiman sebagai sutradara dan aktor, Hendra Permana sebagai manajer dan aktor, serta Syarif Maulana sebagai penata musik, sukses menarik perhatian penonton.

Pertunjukan ini sukses menarik perhatian penonton Rusia
Pertunjukan ini sukses menarik perhatian penonton Rusia Foto: dok. KBRI Moskow

Uniknya, semua anggota juri adalah murid-murid Sekolah Teater dan mereka juga mewawancarai para artis pertunjukan.

“Kita kagum anak-anak itu cukup profesional dan sangat objektif,” tambah Syarif Maulana yang juga dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini.

Setelah pertunjukan selesai, tidak sedikit penonton, khususnya anak-anak yang mengerubungi Behind The Actors untuk memegang wayang golek, mencoba memainkannya, bahkan berfoto bersama. Ada juga yang mengajukan berbagai pertanyaan soal wayang golek, cara pembuatannya hingga cara memainkannya.

 Anak-anak Rusia berfoto bersama wayang golek Indonesia
Anak-anak Rusia berfoto bersama wayang golek Indonesia Foto: dok. KBRI Moskow

Selain Behind The Actors, Red Mood Festival yang keempat ini diikuti juga oleh berbagai kelompok teater, yaitu Sacvoyage, Trilika, dan Hello! dari Rusia dan The Home of The Sun dari Belarus.

Sebelumnya, Behind The Actors sudah pernah mengikuti berbagai festival di Taiwan, Vietnam, Turki, dan Swedia.

LEAVE A REPLY