Ricuh di Pulau Pari, Warga Tolak Pemasangan Plang oleh Polisi

0
3
Foto: Plang yang dipasang polisi di Pulau Pari/Istimewa

FI.CO, Jakarta – Kericuhan terjadi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Bermula dari penolakan warga terhadap pemasangan plang yang dilakukan oleh polisi.

Kericuhan di Pulau Pari itu terekam dalam sejumlah video yang beredar. Tampak ada dorong-dorongan warga dengan sejumlah anggota polisi.

Ketua RT O1 Pulau Pari, Edi mengatakan kejadian dorong-dorongan itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi. Warga tidak terima dengan kedatangan petugas Polres Kepulauan Seribu yang hendak memasang plang.

Ricuh di Pulau Pari, Warga Tolak Pemasangan Plang oleh Polisi
Foto: Dorong-dorongan di Pulau Pari

“Kami warga sudah turun temurun di sini. Kami tidak mengetahui siapa yang menjadi atas nama di dalam sertifikat di plang tersebut. Kami tidak terima tanah kami diambil. Itu pemasangan di lahan warga,” ujar Edi, Senin (20/11).

Meski warga menolak dan terjadi dorong-dorongan, pemasangan plang tetap dilakukan. Menurut Edi, ada sejumlah warga yang harus dirawat karena terluka akibat kericuhan itu.

“Saat ini plang sudah dipasang. Warga tetap protes tapi dengan teriak. Kami tetap sesuai aturan, meski menolak,” ujar Edi.

Sampai saat ini warga tetap menolak plang itu dipasang. Penolakan itu dituangkan dalam berita acara penolakan. Berdasarkan foto yang didapatkan dari warga, plang tersebut diletakkan di lahan tempat pemasangan namun tidak ditanam. Diletakkan secara miring horisontal.

Ricuh di Pulau Pari, Warga Tolak Pemasangan Plang oleh Polisi
Foto: Berita acara penolakan pemasangan plang

Polres Kepulauan Seribu menyatakan peristiwa kericuhan itu terjadi karena salah paham. Polisi mengatakan petugas datang membawa plang setelah ada putusan praperadilan yang memenangkan mereka.

“Karena masyarakat dapat informasi bahwa rumah mereka disegel. Mereka berkumpul, ada ibu-ibu. Setelah komunikasi dengan tokoh-tokoh dan pemilik tanah bisa dilakukan pemasangan plang,” ujar Kabag Ops Polres Kepulauan Seribu Kompol I Wayan Canteng.

Wayan mengatakan Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memutuskan gugatan praperadilan. Menurut Wayan, putusan praperadilan itu memenangkan Polres Kepulauan Seribu yang menetapkan warga Pulau Pari bernama Catur Sulaiman sebagai tersangka penyerobotan lahan.

Dia mengatakan pemasangan plang ini dimaksudkan menjaga keamanan.

“Objek permasalahannya, tanah dan bangunan. Kita sudah dapatkan izin penetapannya. Biar objek ini aman dan diawasi,” tuturnya.

LEAVE A REPLY