5 Jam Rapat Bamus yang Buat Aziz Syamsuddin Gagal Jadi Ketua DPR

0
72
Aziz Syamsuddin

FI.CO, Jakarta – Aziz Syamsuddin kemarin gagal memperoleh posisi ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Gagalnya pelantikan Aziz setelah forum badan musyawarah (bamus) DPR mengadakan rapat yang cukup panjang.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menceritakan soal gagalnya pelantikan ketua DPR baru. Hal tersebut bermula dari surat yang diajukan Setya Novanto dari balik tahanan KPK.

“Baru Senin (11/12) pagi pimpinan DPR menerima surat pengunduran diri Pak Novanto secara resmi mundur sebagai ketua DPR,” ujar Taufik dalam perbincangan, Selasa (12/12).

Pimpinan DPR kemudian mengadakan rapat pimpinan lalu berlanjut dengan rapat Bamus pada pukul 11.00 WIB. Karena lamanya rapat bamus, sidang paripurna mundur menjadi sore harinya.

“Paripurna akhirnya mundur jam 4 sore. Dalam rapim kami undang kesetjenan, BKD untuk mengkaji dari semua sisi termasuk tatib dan MD3. Surat pengunduran diri Pak Novanto dilampiri surat-surat lain, ada sekitar 6 surat. Dari fraksi Golkar, ada dari DPP dan lainnya,” terang Taufik.

“Forum pengganti Bamus karena pimpinan DPR hanya speaker dan kami meneruskan surat-surat masuk ke mekanisme berikutnya yaitu bamus,” imbuhnya.

Dalam rapat bamus itu, dibahas soal sura-surat masuk terkait pengunduran diri Novanto. Termasuk juga soal penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR.

“Rapat bamus cukup lama, dari jam 10.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Panjang itu rapatnya sampai 5 jam. Semua fraksi dimintai pendapat dan masukannya,” ucap Taufik.

“Hasil kesepakatan dalam rapat Bamus akhirnya dari 10 fraksi secara kesepakatan disepakati akan dilaksanakan penyampaian informasi surat tersebut dalam rapat paripurna,” sambungnya.

Fraksi-fraksi di DPR disebut mengapresiasi langkah yang diambil Novanto dengan mengundurkan diri. Perkara Novanto terkait kasus korupsi e-KTP akan segera disidangkan.

“Siapapun pengganti Pak Novanto menjadi ranah Fraksi Partai Golkar,” ungkap Taufik.

5 Jam Rapat Bamus yang Buat Aziz Syamsuddin Gagal Jadi Ketua DPR
Taufik Kurniawan

Waketum PAN ini tidak membantah bahwa ada dinamika selama rapat badan musyawarah dilakukan kemarin. Menurut Taufik, ada fraksi yang setuju soal pergantian Novanto kepada Aziz, tapi ada juga yang tidak.

“Menyamakan persepsi dan pandangan kan suatu proses. Dari 10 fraksi dimintai pendapat semua,” kata dia.

Penunjukan Aziz sebagai ketua DPR oleh Novanto mendapat penolakan dari mayoritas anggota Fraksi Golkar. Di bamus, perdebatan antar-kubu di Fraksi Golkar juga terjadi.

“Dari awal dinamika di Fraksi Golkar jadi bagian yang seharusnya tidak perlu diperpanjang dan bukan dalam ranah di bamus,” tutur Taufik.

Meski begitu, perdebatan tersebut disebut bukan berarti suasana menjadi ‘panas’. Taufik menyebut pada akhirnya keputusan diambil dalam bentuk musyawarah untuk mufakat.

“Biasa saja, perbedaan pandangan, penyampaian persepsi. Itu bagian dalam dinamika. Alhamdulillah disepakati musyawarah untuk mufakat,” sebut dia.

Seperti diketahui, permintaan Novanto menunjuk Aziz sebagai penggantinya di kursi ketua DPR tidak diakomodir. Hal tersebut dikarenakan ada banyak penolakan dari internal Golkar sendiri.

DPR memutuskan menyerahkan soal posisi pengganti Novanto untuk dibahas lebih dulu kepada DPR. Fadli Zon lalu ditunjuk sebagai Plt Ketua DPR untuk sementara.

LEAVE A REPLY