Buku SD ‘Yerusalem Ibu Kota Israel’ Lolos, Ini Kata Kepala Perbukuan

0
7
Ilustrasi: Bendera Palestina Berkibar di Markas Besar PBB (REUTERS/Andrew Kelly)

FI.CO, Jakarta – Buku pelajaran kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel digunakan untuk kurikulum 2006.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Awaluddin mengatakan buku tersebut tidak akan digunakan lagi per Juli 2018.

“Karena dipakai untuk K-2006, berarti dipakai di kelas 6 di sekolah yang menggunakan K-2006 yang akan berakhir pada Juli 2018. Oleh karena itu kami turunkan dalam sistem web BSE (buku sekolah elektronik),” papar Awaluddin, Selasa (12/12) malam.

Buku SD 'Yerusalem Ibu Kota Israel' Lolos, Ini Kata Kepala Perbukuan
Foto: bukupaket.com

Awaluddin menuturkan saat ini pihak Kemendikbud sedang menganalisis bagaimana buku tersebut bisa lolos verifikasi. Padahal di dalamnya menuliskan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Untuk itu kami siapkan ralatnya. Lagi identifikasi untuk hal ini,” terang Awaluddin.

Berdasarkan penelusuran, penyebutan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terdapat di halaman 69. Buku tersebut disusun oleh Sutoyo dan Leo Agung. Judul bukunya ‘IPS 6 untuk SD/MI Kelas 6’.

Kemendikbud membeli hak cipta buku tersebut dari CV Sahabat. Kemudian, diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemendikbud pada 2009 silam.

Di bagian sampul belakang buku tertulis kalimat “Buku ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 Tanggal 12 Februari 2009 tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Proses Pembelajaran.”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sendiri menilai lolosnya buku itu sebagai hal yang memalukan. Ini adalah buah dari ketidakceramatan Tim Penilai Buku.

“Itu sebuah kekhilafan yang memalukan,” kata Muhadjir pada Selasa (12/12) kemarin.

LEAVE A REPLY