Kata Ganjar Soal Bayi di Brebes Meninggal Karena Ditolak Puskesmas

0
11
Puskesmas Sidamulya, Brebes

FI.CO, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku sudah menghubungi Bupati Brebes setelah mengetahui adanya bayi yang meninggal akibat tidak ditangani oleh Puskesmas setempat karena masalah administrasi. Apa kata dia?

“Bupati sudah langsung datang. Kepala dinas kesehatan, cek betul regulasi biar bisa lebih cepat penanganan,” kata Ganjar usai pelepasan mobil operasi pasar dan gerakan stabilisasi pangan (GSP) di halaman kantor Gubernur Jateng, Rabu (13/12).

Menurut Ganjar, seharusnya Puskesmas bisa mendahulukan penanganan daripada soal dokumen administrasi karena kondisi dan pasien rumahnya tidak jauh dari Puskesmas sehingga dokumen bisa dilengkapi belakangan.

“Kemarin saya tanya, (dijawab) ‘Sebenarnya rumah dekat, Pak, kita minta ambil dokumen, kami tunggu tidak hadir’. Ya sudah kejadian maka kita belajar bersama, ‘tetangga’, kan, sudah kenal nanti dilengkapi ya. Cara-cara harus diperbaiki dan regulasi dipermudah. Kasihan,” jelas Ganjar.

Untuk diketahui, putri pasangan Saroi (32) dan Emiti (32) yang masih 7 bulan yaitu Icha Selvia meninggal setelah tidak mendapat penanganan Puskesmas Sidamulya karena tidak membawa kartu keluarga. Icha menderita muntah disertai berak saat dibawa ke Puskesmas.

Kata Ganjar Soal Bayi di Brebes Meninggal Karena Ditolak Puskesmas
Rumah keluarga Saroi di Brebes

Kejadian tersebut juga sangat memukul karena Brebes pernah mendapatkan penghargaan kabupaten peduli HAM dari Kemenkumham.

“Kita dapat penghargaan tapi belum optimal. Kita memperoleh penghargaan itu di sisi lain dapat catatan, jadi jangan berpuas diri,” tandas Ganjar.

LEAVE A REPLY