Jumlah Penduduk Miskin RI Berkurang Jadi 26,58 Juta

0
75

FI.CO, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan pada September 2017 mengalami penurunan sebesar 0,52 persen menjadi 10,12 persen dari kondisi per Maret 2017 yang berada di level 10,64 persen.

Profil kemiskinan di Indonesia ini merupakan penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2017 menjadi 26,58 juta atau berkurang 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret yang sebesar 27,77 juta orang.

“Pada September 2017, persentase penduduk miskin di Indonesia adalah 10,12 persen. Dari Maret 2017 ke September 2017 persentase penduduk miskin turun 0,52 persen,” kata Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).

Suhariyanto menuturkan, tren kemiskinan di Indonesia sejak Maret 2011 sebesar 12,49 persen turun terus sampai pada September 2017 menjadi 10,12 persen.

“Trennya sejak Maret 2011 turun kemudian pada September 2017 ini pencapaiannya merupakan yang paling bagus dimana penurunannya lebih cepat dibanding 7 tahun terakhir sejak 2011,” jelas pria yang akrab disapa Kecuk.

Kecuk mengungkapkan, dari total penduduk miskin yang berjumlah 26,58 juta orang ini komposisinya masih lebih banyak di desa dengan persentase 13,47 persen dibandingkan di perkotaan yang sebesar 7,26 persen.

Sedangkan faktor-faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan di Indonesia pada periode Maret sampai September 2017. Kata Kecuk, yang pertama adalah inflasi pada periode Maret-September sebesar 1,45 persen. Dia menjelaskan, inflasi digerakkan oleh komoditas pokok yang menjadi kebutuhan dasar seperti beras.

“Kemudian upah buruh tani baik riil atau nominal mengalami kenaikan ini berpengaruh terhadap kemiskinan. Mayoritas penduduk miskin bekerja di pertanian, jadi kenaikan upah akan berdampak ke penduduk miskin,” tambah dia.

Selain itu, lanjut Kecuk, beberapa komoditi yang memiliki pengaruh terhadap kemiskinan di Indonesia antara lain beras, daging ayam ras, daging sapi, gula pasir, cabai rawit, dan cabai merah.

Namun, dia menegaskan, hasil survei sosial ekonomi nasional (susenas) September 2017, program beras sejahtera (rastra) telah berhasil didistribusikan kepada 30 persen rumah tangga sasaran selama Mei-Agustus 2017.

“Ini faktor yang berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan dari Maret 2017 ke September 2017,” tukas dia.

LEAVE A REPLY