BP3 Investigasi Soal Siswa SMAN 3 Sukabumi Tewas Misterius

0
10
Keluarga memperlihatkan foto Aditya Darmawan (16) semasa hidup

FI.CO, Sukabumi – Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BP3) Wilayah III Jabar memberikan tanggapan soal tewasnya Aditya Darmawan (16), pelajar kelas 11 – 7 SMAN 3 Kota Sukabumi. Keluarga menyebut Aditnya meninggal misterius saat ikut karya wisata bersama sekolahnya.

“Kebetulan kami sedang tidak ada di kantor saat ini, sedang ada tugas ke luar kota. Jadi komunikasi saya jalin melalui telepon seluler yang saya rekam,” kata staf Bagian Pengawasan BP3, Asep Burdah, Sabtu (13/1).

Ia mendapat sejumlah informasi yang merupakan penjelasan dari pihak panitia karya wisata. Info melalui aplikasi pesan singkat yang diberikan kepadanya menyatakan bahwa panitia sudah melakukan penanganan sesuai prosedur.

Berikut penjelasan dari pihak panitia karya wisata melalui Asep selaku pihak BP3:

Info dari Panitia study tour: mula mula kejadian, anak tersebut dari perjalanan smi-bdg terasa pusing pusing, kemudian ditangani oleh panitia dan travel (travel membawa petugas medis 2 org), pd waktu di bdg anak masih bisa aktivitas berkunjung ke ITB, bahkan anak tsb ditawari pulang ke smi, anak masih mau mengikuti perjalanan.

Waktu perjalanan bdg-yogya anak muntah muntah dan ditangani oleh panitia dan travel, sampai di yogya. Ketika kunjungan di UGM anak tidak ikut, tapi menunggu di mobil sambil dilaksanakan penanganan oleh tim medis dan mulai diinfus.

Kemudian, pada hari Rabu sore (10/01), panitia membawanya ke RSUD yg ada di Yogyakarta kemudian ditangani oleh dr rumah sakit, dan anak tsb diifokan meninggal, jumat, (12-01), pukul 17.00.

Katanya tdk benar anak tsb sudah kritis dri bdg, dan tdk benar anak sudah di infus mulai sejak di bdg, anak mulai di infus di rs di yogyakarta, dan anak di bdg hanya terasa pusing.

Utk penyebab kematian, pihak panitia belum bisa menyampaikan , karena selama perjalanan dibimbing dan dipantau oleh guru (setiap bus 2 org pembimbing). 

Itu info sementara dari panitia. Untuk penyebab kematian, pihak keluarga yg lebih tahu, karena selama pengobatan di jogjakarta pihak keluarga yang menangani dan hasil medik pun diserahkan kepada keluarga.

Pihak BP3 menjadwalkan menyelidiki informasi tersebut pada Senin (15/1) atau sepulang dari perjalanan dinas. “Senin kita baru akan investigasi,” kata Asep.

LEAVE A REPLY