Desa Kalidawe, Lewat Bumdes Ciptakan Kemandirian Desa

0
66
Eva Kusuma Sundari, anggota DPR RI saat memberikan bantuan kambing

FI.CO, Tulungagung – Kemandirian desa adalah tujuan utama program DD yang dilaksanakan pemerintah, demi mencapai tujuan tersebut desa Kalidawe bahu-membahu bekerja bersama seluruh elemen desa demi cita-cita kemandirian yang ingin segera diwujudkan.

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas dasar tersebut desa diberikan kewenangan untuk mengatur wilayahnya sendiri.

Bahwa daerah memiliki kebebasan untuk merencanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih terarah dan lebih tepat sasaran sesuai dengan karakteristik daerah dan kearifan lokalnya masing-masing sebagaimana yang termaktub dalam penjabaran Undang Undang nomor 32 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Desa Kalidawe kecamatan Pucanglaban, dengan karakteristik desa berada diwilayah pegunungan tidak hanya pembangunan fisik yang menjadi perhatian tapi pemberdayaan masyarakat dan kemandirian desa digenjot dalam pelaksanaan pembangunan. Seperti yang diungkapkan Munaji, kepala desa setempat.

Sejak bergulirnya DD beberapa tahun terakhir, tak hanya kebutuhan fisik yang fokus dikerjakan tapi proses menuju desa Mandiri ingin diwujudkan secepatnya, salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Bertempat dibalai desa setempat pada 4 Nopember 2017 yang lalu lounching Bumdes “Gondang Legi” Kalidawe dilaksanakan. Dihadiri Bupati dan Wabup, Muspika setempat, BPMPD serta Eva Kusuma Sundari anggota DPR RI.

Wabup, Drs Maryoto Bhirowo MM.

Dalam kegiatan lounching tersebut sekaligus dibagikan bantuan ternak sebanyak 47 ekor kambing  untuk 7 RT yang ada.

“Masing-masing ketua RT setempat yang jadi ketua kelompok ternak, nanti kewajiban dari penerima setelah kambing berkembang 1 ekor dikembalikan ke Bumdes, satu ke ketua kelompok untuk digilir penerimanya,” Terang Munaji.

Lebih lanjut, Munaji mengatakan dari Bumdes Kalidawe yang sudah berjalan mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi, dari bantuan tersebut dibelikan mesin foto copy dan juga pembelian bibit bambu.

Bibit bambu digunakan untuk menjaga kelestarian sumber air sebagai kebutuhan dasar .Pada tahun 2017 telah tertanam 2 ribu  bibit bambu dan dianggarkan lagi dari anggaran 2018 sebagai lanjutan.

“Kami punya bengkok desa seluas 32 Ha, lahan tersebut bukan lahan produktif, makanya untuk jangka panjang kami punya rencana untuk dijadikan taman wisata hutan bamboo. Selain sebagai aset desa ini sekaligus upaya pelestarian sumber air, ada pak Agung dari dewan bambu nasional yang terus membimbing kami,” Kata kepala desa yang menjabat sejak 2013 tersebut.

Pembelian mesin perontok jagung untuk petani warga dusun Kalitengah

Kewenangan untuk mengatur dan melaksanakan pembangunan desa yang diberikan pemerintah menurut Munaji sangat bagus untuk pembangunan desa sehingga pemerintah desa bisa melaksanakan pembangunan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Masih kata Munaji fokus pembangunan yang dilaksanakan Pemdes Kalidawe digunakan untuk fisik dan pemberdayaan demi kemandirian yang ingin segera diwujudkan. Progaram DD yang digelontorkan pemerintah jadi modal untuk menciptakan kemandirian.

Semua yang menyangkut kebutuhan masyarakat sebisa mungkin dapat dipenuhi melalui Bumdes “Makanya Bumdes terus kita tingkatkan, mumpung ada modal. Jika nanti program DD sudah selesai desa kami sudah bisa mandiri dari Bumdes,” Kata Munaji. (imam)

LEAVE A REPLY