Batu Bara Masuk Komponen Penghitungan Listrik, Tarif Bisa Naik?

0
110

FI.CO, Jakarta – Harga batu bara acuan (HBA) akan dimasukkan ke dalam formula penghitungan tarif listrik.

HBA akan menjadi komponen tambahan penghitungan tarif listrik bersama dengan inflasi, kurs dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng, mengatakan, dengan dimasukkannya HBA ke dalam penghitungan formula tarif listrik tidak secara langsung mendongkrak tarif listrik.

Pasalnya, masih ada komponen lain yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyusun tarif listrik.

“Ada formula baru tapi kan tidak linier naik. Sekarang komponen batu bara masuk 50 persen itu merupakan faktor menentukan tarif tapi masalah harga naik atau turun tergantung formulasinya,” ujar Andy, Jakarta, Senin (29/1).

Kementerian ESDM berencana melakukan perubahan formula penyusunan tarif listrik dengan memasukkan HBA. HBA akan menjadi komponen tambahan penghitungan tarif listrik bersama dengan inflasi, kurs dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

“Ya itu masalah kebijakan pemerintah nantinya. Kan kalau yang namanya pemerintah bukan hanya listrik saja, ada sektor-sektor lain. Jadi kita harus ada sinkronisasi, enggak bisa semata-mata listrik yang membuat kebijakan,” ujar Andy.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan akan menerbitkan Keputusan Menteri ESDM (Kepmen) terkait formula baru tarif listrik. Di dalam Kepmen ini nantinya, harga batu bara acuan (HBA) dimasukan sebagai komponen formula tarif listrik.

“Mungkin bulan depan, atau Maret. Mungkin paling lama sama-sama dengan ini kali ya sama berkaitan BPP 2017,” kata Andy.

LEAVE A REPLY