BPS Sebut Warga Miskin di Jember Naik Jadi 266.900 Jiwa

0
49

FI.CO, Jember – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember tahun 2017 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun 2016 warga miskin Jember berjumlah 265.100 jiwa, 2017 naik menjadi 266.900 jiwa. Ada kenaikan sebesar 0,03 persen.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Indriya Purwaningsih mengatakan, data tersebut diperoleh menggunakan konsep pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).

Dengan menggunakan konsep itu, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

“Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan merupakan harga yang dibayar oleh kelompok acuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sebesar 2.100 kkal/kapita/hari dan kebutuhan non-pangan esensial seperti perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan lainnya,” kata Indriya dalam rilis, Senin (5/2).

Dia menjelaskan tahun 2016, prosentase jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sebesar 10,97 persen. “Kemudian pada tahun 2017 kemarin, naik menjadi 11,00 persen,” katanya.

Indriya menambahkan, pada periode tahun 2016 hingga 2017, garis kemiskinan Kabupaten Jember naik Rp 10.827 per kapita per bulan atau meningkat sebesar 3,61 persen. Dari Rp 299.823 per kapita per bulan pada tahun 2016 menjadi Rp 310.650,- per kapita per bulan pada tahun 2017.

“Data itu diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode tahun 2016 hingga 2017,” katanya.

“Sementara Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada tahun 2017 tidak mengalami perubahan, yakni tetap pada angka 1,33. Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan yakni sebesar 0,01 poin atau turun menjadi 0,28 pada tahun 2017,” sambung Indriya.

Penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan memberikan indikasi bahwa ketimpangan pengeluaran antarpenduduk miskin di Jember semakin menyempit.

“Secara absolut, jumlah penduduk miskin Kabupaten Jember yang semula berjumlah 265,10 ribu jiwa pada tahun 2016 naik menjadi 266,90 ribu jiwa pada tahun 2017,” sebutnya.

Dalam catatan BPS Jember, jumlah warga miskin di Kabupaten Jember pada tahun 2010 mencapai 311.800 jiwa. Tahun 2011 turun menjadi 292.100 jiwa. Pada tahun 2012 turun lagi menjadi 272.000 jiwa.

“Namun pada tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 278.500 jiwa. Pada tahun 2014 turun menjadi 270.400 jiwa, tahun 2015 turun kembali menjadi 269.540 jiwa,” kata Indriya.

Demikian juga pada tahun 2016, jumlah warga miskin Jember turun menjadi 265.100 jiwa. “Dan pada tahun 2017 jumlah warga miskin malah naik lagi menjadi 266.900 jiwa,” pungkas Indriya.

LEAVE A REPLY