Alasan Untuk Ambil Ijazah, Remaja di Semarang Ini Jadi Kurir Sabu

0
15
2 orang pengedar sabu di Semarang diciduk polisi

FI.CO, Semarang – Seorang remaja dibekuk petugas Polsek Pedurungan Kota Semarang karena menjadi kurir sabu. Kurir bernama Rio Nur Sanjaya (19) itu beralasan butuh uang untuk mengambil ijazah SMA-nya.

Rio tidak sendiri, ia ditangkap bersama seorang pengguna sabu bernama Sudarmono (40) pada 31 Januari 2018 lalu di Jalan Brigjen Sudiarto.

Mereka dibekuk saat hendak mengambil paket sabu yang disembunyikan di dekat pos kamling Jalan Kauman Barat III tepatnya di bawah genteng yang tergeletak.

Awalnya, Rio yang diboncengkan Sudarmono menggunakan motor hendak mengambil kaos di Pasar Johar. Kemudian Rio mendapat pesan melalui ponselnya dari seorang kenalannya bernama Anton untuk mengambil sabu di alamat yang sudah ditentukan.

“Jalan Kauman Barat 3, ki mengko almt tak kirim…diwoco dipelajari dilewati titike.. nek wes ketok gendenge lagi dijupuk ya,” pesan Anton kepada Rio yang artinya, “Jalan Kauman Barat 3, ini nanti alamat aku kirim, dibaca dipelajari dilewati titiknya, kalau sudah kelihatan gentengnya baru diambil ya”.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi mengatakan, anggotanya yang berada di dekat lokasi curiga melihat Rio dan Sudarmono celingukan seperti orang bingung mencari sesuatu. Gerak-gerik mereka mencurigakan hingga akhirnya petugas menghampiri mereka.

“Mereka celingukan sambil baca SMS. Anggota kami mengintik (mengintai), setelah kecurigaan menguat, dihampiri,” kata Mulyadi di Mapolsek Pedurungan, Jalan Brigjen Sudiarto, Kamis (8/2).

Benar saja Rio mengaku kalau dirinya sedang mencari sabu. Bersama polisi, Rio mencari sabu itu dan menemukannya di bawah genteng dekat pos kamling. Paket sabu tersebut disembunyikan dalam kotak bungkus rokok.

“Dicari disaksikan masyarakat, ditemukan di bawah genteng,” tandasnya.

Setelah ditimbang, sabu yang diamankan ternyata seberat 8,6 gram dan akan dikirimkan kepada seseorang. Rio mengaku akan sudah menjadi kurir sebanyak 3 kali dan dijanjikan uang Rp 200 ribu setiap gramnya.

“Sudah 3 kali, tapi yang ini belum dibayar,” kata Rio.

Masih pengakuan Rio, ia menjadi kurir sabu karena kebutuan ekonomi. Selain untuk makan, Rio beralasan mengumpulkan uang untuk mengambil ijazah yang tertahan di SMA almamaternya karena belum lunas uang sekolah.

“Saya sudah lulus SMA di Boja (Kendal), tapi masih ada utang SPP. Ijazah masih di sekolahan,” ujar warga Kendal itu.

Sementara itu Sudarmono mengatakan ia hanya diajak Rio, tapi ia mengakui sebagai pengguna sabu dengan alasan menambah stamina saat melakukan pekerjaannya sebagai sopir travel.

“Ya saya pakai, biar kuat nyetir,” ujar Sudarmono.

Kini Rio dan Sudarmono harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di tahanan. Polisi juga masih menyelidiki siapa penerima dan yang memerinatahan Rio untuk menjadi kurir.

LEAVE A REPLY