Ederson pun Siap Dimainkan sebagai Gelandang

0
20
Ederson melakukan penyelematan (David Klein/ REUTERS)

FI.CO РEderson dikenal sebagai kiper yang handal memainkan bola dengan kakinya. Wajar Ederson di masa mudanya sering bermain sebagai gelandang.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, rela menjadikan Ederson sebagai kiper termahal dunia setelah mendatangkannya dari Benfica dengan banderol 35 juta pound sterling.

Ini semua karena performa Ederson selama memperkuat klub Portugal itu. Padahal City sudah punya Claudio Bravo yang digaet dari Barcelona di awal kedatangan Guardiola namun performanya juga angin-anginan.

Sejauh ini keputusan Guardiola terbilang tepat mengingat Ederson mampu memenuhi ekspektasi. Salah satu alasan mengapa City bisa dominan di Premier League dengan keunggulan 13 poin di puncak klasemen adalah performa hebat Ederson di bawah mistar.

Ederson sejauh ini baru kebobolan 15 gol di seluruh kompetisi, 12 di Premier League dan tiga di Liga Champions. Selain itu Ederson juga punya 11 clean sheets, 83 persen rasio penyelamatan sukses serta minimal membuat tiga penyelamatan per laga.

Dari sisi passing, Ederson rata-rata membuat 27 passing per laga dengan tingkat keberhasilan 85,4 persen dan 3,9 umpan panjang.

Performa yang mana membuat Ederson senang dengan penampilannya sejauh ini. Bahkan kiper 24 tahun itu mengaku siap jika sewaktu-waktu Guardiola memintanya bermain seagai gelandang.

“Ketika saya masih di tim muda Benfica, mereka selalu meminta saya bermain sebagai gelandang jika ada yang absen dan saya tidak pernah tampil buruk,” ujar Ederson kepada¬†FourFourTwo.

“So, jika memang dibutuhkan maka saya siap. Memang tidak mudah melakukan itu, terlebih di Premier League.Tapi saya pikir saya bisa mengambil tantangan itu,” sambungnya.

“Memang banyak pemain bintang di tim ini yang lebih bagus daripada saya. Saya sendiri nyaman memainkan bola di kaki dan ini membantu saya selama pertandingan. Saya rasa itu bakat alamiah saya.”

“Saya sudah melatih itu sejak masih di Sao Paulo, dan saya pun coba meningkatkannya dari waktu ke waktu. Bahkan ketika saya masih bermain di akademi lokal, saya beberapa kali pamer menguasai bola dengan kaki. Saya sempat juga mencetak gol lewat free-kick,” tutup Ederson.

LEAVE A REPLY