Ratusan Miras Disita Polisi dari Dua Toko di Banyuwangi

0
82

FI.CO, Banyuwangi – Polisi mengamankan ratusan botol miras dari berbagai jenis. Ratusan botol miras itu disita dari dua orang pemilik toko di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Kasat Sabhara Polres Banyuwangi AKP Basori Alwi mengatakan, ratusan miras tersebut diamankan polisi saat pihaknya bersama anggota sabhara melakukan pengamanan objek vital nasional (obvitnas) di PT BSI.

Saat tengah malam itu, dia mendapat sejumlah pemuda sedang melakukan pesta miras di persimpangan jalan.

Dari informasi para pemuda yang menggelar pesta miras yang diobrak polisi itulah, diketahui jika pedagang miras tak lain adalah warga setempat. Dari informasi awal tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan.

“Sedikitnya 70 botol miras dengan berbagai jenis dan merek pabrikan dari toko milik Sunariyanto, warga Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Yang kami amankan ada miras ciu, atau arak berwarna kuning yang berasal dari Tuban,” ungkapnya, Jumat (9/2)

Miras jenis ciu itulah yang kini sedang marak beredar di masyarakat. Bahan baku pembuatan arak ciu itu tak lain adalah air legen dari siwalan yang telah di fermentasi sehingga mengeluarkan kadar alkohol dan berwarna kekuning-kuningan.

Sementara jenis arak Bali, saat ini sudah jarang muncul di pasaran. Ini dikarenakan pasokan miras tradisional itu sudah sulit masuk ke Banyuwangi, setelah adanya pengetatan dari aparat kepolisian.

“Ini karena pasokan arak tersendat. Makanya mereka akhirnya beralih ke ciu. Jika tidak cermat, kita menduga ini adalah minuman temulawak. Apalagi jika diletakkan di dalam lemari es,” jelasnya.

Sepulangnya dari pengamanan obvitnas itu, polisi juga langsung menyasar ke toko milik Yemima Sri Wahyuningsih,37 warga dusun Silirbaru, desa Sumbeagung, kecamatan Pesanggaran.

Dari toko Yemima itu polisi mengamankan barang bukti miras di antaranya, 42 botol arak ciu ukuran 1,5 liter, dan delapan miras pabrikan merek drum dengan berbagai ukuran isi.

“Semua barang bukti kami sita, dan untuk pelaku kami berikan hukuman tindak pidana ringan. Selanjutnya akan kami sedangkan di Pengadilan Negeri Banyuwangi,” jelasnya.

Operasi bersandi Bina Kusuma tersebut, lanjut Basori akan terus dilakukan mulai 3 Februari hingga 15 Februari mendatang dengan sasaran yakni penyakit masyarakat (pekat), sejumlah tempat hiburan malam, hotel, dan rumah kos.

“Kami akan terus intensifkan operasi ini guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tandasnya.

LEAVE A REPLY