Perang Jeruk di Italia, Festival Seru yang Bikin Memar

0
101
Foto: (Alessandro Bianchi/Reuters)

FI.CO РAda Perang Jeruk di Ivrea, Italia. Orang-orang berperang dengan ratusan ton jeruk sampai muka memar bahkan berdarah. Tapi festival ini seru!

Di Italia terdapat festival yang paling ditunggu oleh masyarakatnya. Festival ini bukan parade makanan maupun pakaian yang unik, tetapi festival ini diramaikan dengan perang lempar-lemparan jeruk!

Diintip  dari situs pariwisata Italia, Selasa (14/2) festival ini dapat dilihat di Kota Ivrea di Provinsi Turin, Italia, 116 km dari Kota Milan. Puluhan ribu masyarakat akan berkumpul dan saling melemparkan jeruk ke arah orang-orang yang berpakaian penjaga.

Perang Jeruk ini dikenal juga dengan nama Battaglia Delle Arance atau Carnevale d’Ivrea. Festival ini biasa dilaksanakan di bulan Februari setiap tahunnya selama tiga hari.

Jeruk-jeruk untuk berperang selama festival (Alessandro Bianchi/Reuters)
Jeruk-jeruk untuk berperang selama festival (Alessandro Bianchi/Reuters)

Ada cerita di balik festival Perang Jeruk ini. Dahulunya terjadi perang saudara antara masyarakat Ivrea dengan Pasukan Kerajaan Napoleon.

Perang ini dipicu oleh peristiwa pemerkosaan gadis muda bernama Mugnaia oleh salah satu aparat pemerintah. Tragisnya lagi, Mugnaia membalas dendam dengan memenggal kepala pemerkosanya.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, orang-orangpun mengadakan festival ini dengan mengganti anak panah dengan buah jeruk. Selama festival, orang-orang dibagi menjadi dua tim. Menjadi masyarakat biasa (yang berjalan kaki) dan pasukan Napoleon (yang berada di atas kereta kuda).

Sebanyak 400 ton jeruk dihabiskan untuk perang ini. Biasanya orang-orang yang menjadi paskuan Napoleon akan menggunakan pelindung kepala, karena mereka lah yang menjadi sasaran dan bulanan masyarakat. Mereka pun saling lempar dan harus menahan rasa sakit dan memar.

Bagi wisatawan yang ingin menonton dari jarak dekat, biasanyanya menggunakan pelindung kepala berwarna merah sebagai pertanda penonton. Setelah perang-perangan selama tiga hari, acara nantinya akan ditutup dengan makan besar.

Walau banyak memar bahkan ada yang terluka mengeluarkan darah terkena lemparan jeruk, namun orang-orang senang dan menikmati festival ini.

LEAVE A REPLY