Dua Tahun Honor Mengajar Tak Dibayar, Rustam Terpaksa Bertani Sayur

0
52
Rustam bersama Susi Susanti, guru yang masih bertahanmengajar di sekolah yeng terletak di eilayah perbatasan Nunukan

FI.CO, Nunukan – Rustam (25), seorang guru di wilayah perbatasan kecamatan Seimenggaris, kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa berhenti mengajar demi bertahan hidup.

Hampir dua tahun, honornya mengajar yang relatif kecil tak diberikan. Rustam menjadi guru di SD Filial 004 Seimenggaris. Lantaran tak mendapat honor, ia memilih menjadi petani sayuran untuk menghidupi keluarganya.

“Saya bukan meninggalkan sekolah, tapi sementara ini saya mencari kerja lain. Saya bertanam sayur, dijual di sini juga untuk hidup,” ujar Rustam, Sabtu (17/02).

Rustam mengaku, akan kembali mengajar jika pemerintah daerah bisa meringankan beban ekonomi yang saat ini dialaminya. Rustam mengaku, dijanjikan kepala sekolah SD 004 Seimenggaris akan menerima honor Rp 200 ribu per bulan.

“Hampir dua tahun saya mengabdi tidak pernah dikasih gaji. Istri saya mau dikasih makan apa?” imbuhnya.

Baru-baru ini, rombongan DPRD Nunukan mengunjungi SD 004. Saat itu, mereka melihat kondisi sekolah yang hanya memiliki dua ruang kelas. Ruangan yang minin fasilitas itu dipakai belajar untuk siswa kelas 1 sampai kelas 6.

Saat ini, SD tersebut hanya memiliki satu guru bernama Susi Susanti. Masalah lain, Susi kini tengah hamil. Susi mengaku, cemas dengan persiapan tiga siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian akhir.

“Belum ada guru bantuan. Bulan Maret saya harus cuti melahirkan. Kasihan anak kelas 6 yang akan ujian kalau tidak ada guru pengganti,” ujarnya.

SD Filial 004 pada awalnya memiliki empat guru. Namun, karena kurangnya fasilitas dan buruknya kondisi jalan membuat seorang guru memilih pindah mengajar dan seorang lainnya memutuskan berhenti.

“Kalau ada perhatian pemerintah, saya akan fokus lagi di sini,” ucap Rustam.

LEAVE A REPLY