Banyu Tirta Wening dan Rucuh Pace Dibawa ke Pendopo Pacitan Dengan Prosesi Sederhana

0
59

FI.CO, Pacitan – Prosesi peringatan hari jadi kabupaten Pacitan ke-273 tahun ini jauh lebih sederhana.

Tak ada derap puluhan sepatu kuda atau barisan panjang prajurit pengiring. Banyu tirta wening dari desa Sukoharjo dan Rucuh Pace dari desa Nanggungan hanya dibawa beberapa orang perangkat dan masing-masing kepala desa ke pendapa kabupaten, pada Minggu (18/2).

Demikian pula dengan para undangan, pakaian yang dikenakan cukup setelan batik dan kopiah. Mereka hanya berasal dari pejabat dan tokoh masyarakat dilingkup kabupaten berjuluk Paradise of Java ini.

Kontras memang, dengan waktu yang sama setahun lalu. Ya, hajatan kali ini memang masih diliputi suasana keprihatinan.

Sebab, dipenghujung tahun lalu banjir bandang dan tanah longsor menyapu sebagian besar Pacitan. Saat itu tercatat sebanyak 25 orang warga meninggal dan kerugian materiil mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kita sama-sama tahu. Bahwa kita baru saja mendapat ujian bencana. Yang sampai saat ini belum mampu kita pulihkan,” kata Indartato bupati Pacitan.

Menurut bupati makna ulang tahun hari jadi ada dua. Yakni bersyukur dan sarana evaluasi diri. Bersyukur atas apa yang telah dicapai serta evaluasi kekurangan-kekurangan maupun capaian. Dengan tujuan untuk menyejahterakan masyarakat. (can)

LEAVE A REPLY