Dikeroyok, Siswa SMP di Bantul Alami Gejala Gegar Otak

0
81

FI.CO, Bantul – Siswa kelas VII SMPN 2 Sanden, Bantul, Fajar Wisnu Nugroho (15), mengalami gejala gegar otak akibat dikeroyok teman-temannya di ruang kelas sekolah. Saat ini Fajar masih dirawat intensif di RS PKU Muhammadiyah Bantul.

“Kata dokter itu (Fajar mengalami) gejala gegar otak,” kata ayah dari Fajar, Iskandar (36) di kediamannya di dusun Selo, desa Sidomulyo, kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Senin (26/2).

Iskandar menjelaskan, anaknya dikeroyok teman-temannya pada Rabu (21/2) lalu. Kejadiannya berawal saat anaknya bersenggolan dengan temannya, namun temannya tidak terima lalu menghajar anaknya di ruang kelas.

“(Fajar) ditonjok, dikeroyok di dalam kelas. Itu kejadiannya jam istirahat pertama, kemungkinan dilanjutkan jam istirahat kedua. Kalau dia cerita empat atau lima (pelakunya). Pelakunya lain kelas tapi sama-sama kelas VII,” lanjutnya.

Selesai dikeroyok, kata Iskandar, anaknya juga diancam supaya tidak mengadu kepada guru maupun orangtua. Jika mengadu, maka anaknya akan dihajar lebih parah. Oleh karenanya, Fajar sempat merahasiakan kejadian ini.

“Sampai rumah anak saya pusing-pusing, sakit tangannya itu. Kalau luka yang di luar tidak ada, tangan kiri sakit mungkin memar. Tetapi kalau di luar tidak ada yang keluar darah,” ungkapnya.

Kepala SMPN 2 Sanden, Mujiyana membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah memanggil sejumlah siswa yang diduga terlibat pengeroyokan. Sementara wali murid terduga pelaku juga sudah dipanggil ke sekolah.

“Pengakuannya yang (mengeroyok) lima anak, mungkin lebih ya. Lima anak itu posisinya di polsek sekarang, (dijemput) dari jam 10.00 WIB, yang satu (terduga pelaku) tadi tidak hadir, takut, terus dijemput,” paparnya.

“Nanti yang memberikan sanksi kepolisian, ini kan urusannya hukum. (Sanksi dari sekolah) nanti, itu kan mediasi antara korban dengan pelaku,” tambahnya.

Kasus ini memang sudah dilaporkan ke Polsek Sanden pada Jumat (23/2) lalu. Kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi.

“Sementara (terduga pelaku) masih sekolah, karena jangan sampai (peristiwa ini) menghambat dia belajar. Nanti dilihat pasalnya, kita lihat ke mana arahnya nanti diversi atau bagaimana,” ucap Kanit Reskrim Polsek Sanden, Aiptu Purwanta.

LEAVE A REPLY