Lebih 1.600 Rumah Terendam Luapan Bengawan Solo

0
87

FI.CO, Lamongan – Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo telah merendam lebih dari 1.600 rumah di Lamongan. Ribuan rumah ini tersebar di 6 kecamatan di Lamongan.

Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo di Lamongan ini dilaporkan berlangsung sejak Jumat (23/2) malam lalu.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan, hingga Senin (26/2) banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo telah merendam 1691 rumah di 6 kecamatan di Lamongan.

Enam kecamatan tersebut di antaranya adalah Kecamatan Babat (2 desa), Laren (9 desa), Karanggeneng (2 desa), Karangbinangun (2 desa), Maduran (3 desa) dan Glagah (4 desa).

“Banjir di Lamongan ini merupakan imbas dari luapan Bengawan Solo yang sampai saat ini juga masih berstatus siaga merah,” tutur Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, M Muslimin, Senin (26/2).

Lebih 1.600 Rumah Terendam Luapan Bengawan Solo

Selain merendam 1.600 rumah, lanjut Muslimin, banjir ini juga telah merendam lahan pertanian yang ada di 6 kecamatan tersebut. Luasnya mencapai ratusan hektar.

“Untuk lahan pertanian, selain di 6 kecamatan tersebut, di Kecamatan Deket juga ada lahan pertanian yang terendam, tapi bukan akibat luapan Bengawan Solo tapi karena curah hujan yang cukup tinggi,” terangnya.

Tak hanya itu, banjir akibat luapan sungai terpanjang di Jawa ini juga telah merendam sejumlah fasilitas umum. Menurut catatan Muslimin, fasilitas umum yang terdampak antara lain masjid, musholla, sekolah dan juga jalan desa yang terputus karena banjir.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, karena potensi hujan masih terus terjadi, khususnya masyarakat yang ada di bantaran Bengawan Solo saya himbau agar mewaspadai terkait dengan tren naik turunnya air sungai Bengawan Solo,” pesannya.

LEAVE A REPLY