Orangtua Korban Minta Polisi Usut Pengeroyok Anaknya di Bantul

0
92

FI.CO, Bantul – Orangtua dari Fajar Wisnu Nugroho (15), Iskandar (36) meminta kasus pengeroyokan yang menimpa anaknya diproses secara hukum.

Sebab, akibat pengeroyokan tersebut Fajar mengalami gejala gegar otak dan harus dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Fajar adalah siswa kelas VII SMPN Sanden. Siswa yang tercatat sebagai warga dusun Selo, desa Sidomulyo, kecamatan Bambanglipuro, Bantul ini harus dirawat di rumah sakit akibat dikeroyok oleh teman-temannya saat berada di sekolah, Rabu (21/2) lalu.

“Ya kalau dari saya sendiri harus diselesaikan secara hukum, biar tidak terjadi kasus serupa,” kata Iskandar di kediamannya, Senin (26/2).

Kasus ini, lanjut Iskandar, sudah dilaporkan ke Polsek Sanden sejak Jumat (23/2). Dia memilih jalur hukum karena tidak ada itikad baik dari keluarga terduga pelaku.

“(Orangtua pelaku) ke rumah belum, ke rumah sakit juga belum. Kalau yang ke rumah sakit baru guru yang nengok,” ucapnya.

Sementara ibu korban, Rumiyati (34) menambahkan, awalnya dia tidak mengetahui kalau anaknya menjadi korban pengeroyokan di sekolah. Dia baru tahu setelah ada guru yang datang ke rumahnya, Kamis (22/2).

“Saat pulang dari sekolah anak saya tidak bilang (dikeroyok), tangannya dimasukin jaket katanya kalau dilepas sakit. Saya tanya, kenapa le tangane (kenapa nak tangannya)? Sakit mak, tibo (sakit bu, habis jatuh),” paparnya.

“Pas nyuci kok bajunya sebelah sini (pundak) ada darahnya. Entah dari mana, tapi katanya dari telinga. Saya baru tahu itu, kaget, kok kowe ora ngomong (kok kamu tidak mengadu). Anaknya sudah takut karena kena ancaman (dari terduga pelaku),” tutupnya.

LEAVE A REPLY