Pedagang Mengeluh Beras Bulog Tak Laku, Ini Respons Mendag

0
55

FI.CO, Cirebon – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan ke sejumlah pasar di Indramayu dan Cirebon.

Dari kunjungan tersebut ada pedagang yang mengeluhkan beras Bulog yang dijual seharga Rp 9 ribu per kilogram (kg) tak laku di pasaran.

Menanggapi hal tersebut, Enggar mengatakan keluhan tersebut hanya datang dari satu pedagang. Sedangkan, pedagang lainnya mengaku laku dijual.

“Hanya satu (yang mengeluh) tapi berikutnya saya tanya mereka laku. Jadi saya agak sangsi patut diduga tidak jujur,” ujar Enggar, Selasa (27/2).

Enggar menjelaskan, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras medium diharapkan agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Menurut dia, jika ada lonjakan harga solusinya adalah operasi pasar.

“Saya ingin pastikan masyarakat bisa dapat harga beras yang terjangkau, nah saya ingin pastikan mengenai ketersediaan itu,” imbuhnya.

Sebelumnya satu pedagang di Pasar Celancang dan Pasar Pagi Cirebon mengungkapkan minat masyarakat sangat rendah untuk membeli beras Bulog. Padahal, harga yang dibanderol hanya Rp 9 ribu per kg.

“Masyarakat tidak mau (beras Bulog). Biasanya dibeli untuk lontong dan hajatan saja di Cirebon,” kata pedagang bernama Kaerudin. Dia menjelaskan, dalam sehari hanya menjual beras Bulog 10 kg per hari, itu juga penjualan paling banyak yang bisa dilakukan pedagang.

“10 kg per hari itu sudah bagus, lebih banyak laku kalau ada hajatan saja,” ujar dia.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengungkapkan harga beras medium Bulog yang dibanderol Rp 9.300 per kg, berkualitas buruk.

“Pedagang mengeluhkan banyak konsumen yang tidak mau beli sekalipun konsumen miskin. Yang beli beras tersebut rata-rata pedagang lontong saja,” ujarnya.

Dia menjelaskan, beras adalah bahan makanan utama rakyat Indonesia. Pemerintah harus mampu menjaga keamanan pasokan beras, sehingga harganya terjangkau bagi konsumen.

LEAVE A REPLY