Setya Novanto Akui Ponakannya Bagi-bagi Duit e-KTP

0
74
Setya Novanto ketika menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta

FI.CO, Jakarta – Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto, akhirnya mengakui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, turut membagikan aliran uang proyek e-KTP. Menurut Novanto, Irvanto melakukan itu atas perintah Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Bahwa saudara Andi menyampaikan bahwa dia telah melakukan pengiriman-pengiriman uang kepada pihak-pihak, di antaranya disebutkan saya juga menyuruh kepada saudara Irvanto,” ucap Novanto ketika menanggapi kesaksian para saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

“Saya baru tahu pas sebelum ditahan, ada yang menyampaikan keluarga kepada saya. Jadi petunjuk sebagai kurir untuk anter-anter,” imbuh Novanto.

Novanto menyebut Andi menjanjikan Irvanto peran di konsorsium proyek e-KTP sehingga Irvanto bersedia melakukan perbuatan tersebut. Novanto pun mengaku telah membeberkan hal tersebut ke KPK.

“Nah saya, dalam akhir-akhir ini akhirnya mencoba untuk mendekati Irvanto melalui keluarga. Jadi mengatakan bahwa ada beberapa yang memang diminta oleh saudara Andi mengantar, dan mengantarkan itu adalah Irvanto dijanjikan kerjaan konsorsium untuk diminta membantu mengantarkan,” kata Novanto.

“Jumlah-jumlahnya saudara Andi yang menyampaikan pada saya dan itu sudah saya sampaikan ke pihak penuntut umum melalui penyidik,” imbuh Novanto.

Ketua majelis hakim Yanto mengatakan agar keterangan Novanto itu dibuka saja dalam pemeriksaan terdakwa. Selain itu, Yanto menyebut catatan yang dimiliki Novanto untuk dibuka juga di pengadilan.

“Sebaiknya pemeriksaan terdakwa dibuka aja biar tahu masyarakat. Dibuka aja catatan-catatan oleh terdakwa kepada saudara,” ucap Yanto.

Sebelumnya dalam persidangan, Muhammad Nur alias Ahmad (pegawai PT Murakabi Sejahtera/anak buah Irvanto) mengaku menerima uang dolar dari PT Inti Valuta untuk Senayan. Dia menerima uang itu dalam 3 tahap atas perintah Irvanto.

Dia menyebutkan menerima uang sekitar USD 2 juta dan terdapat kode dalam amplop uang itu. Kode itu berupa warna merah, kuning, dan biru. Namun diubah oleh Irvanto menjadi kode minuman.

Dalam perkara ini, Novanto menerima total uang USD 7,3 juta terkait korupsi proyek e-KTP. Duit itu diterima Novanto melalui tangan Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

LEAVE A REPLY