Inggris Sebut Kematian Pengkritik Putin Tak Bisa Dijelaskan, Dibunuh?

0
50
Nikolai Glushkov (Foto: Facebook)

FI.CO – Seorang pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin, Nikolai Glushkov ditemukan tewas di rumahnya di London, Inggris. Kepolisian Inggris menyebut kematian pria tersebut “tak bisa dijelaskan”.

Kepolisian antiterorisme Inggris memimpin penyelidikan kematian pria tersebut dikarenakan hubungannya dengan para pengkritik Putin lainnya.

Kepolisian Metropolitan Inggris belum memberikan keterangan lebih detail mengenai kematian Glushkov apakah dibunuh atau karena hal wajar. Kepolisian menyebut kematian Glushkov dianggap sesuatu yang “tak bisa dijelaskan” saat ini.

“Kematiannya saat ini dianggap sebagai sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Jika ada perubahan dalam status penyelidikan, maka update akan diberikan,” demikian disampaikan Kepolisian Metropolitan Inggris dalam sebuah statemen.

“Pada tahap ini, Komando Terorism Kontraterorisme Kepolisian Metropolitan memimpin penyelidikan sebagai pencegahan dikarenakan asosiasi yang diyakini dimiliki pria tersebut,” imbuh kepolisian seperti dilansir Guardian, Rabu (14/3).

Glushkov merupakan orang kepercayaan mendiang miliarder Rusia yang sangat berpengaruh, Boris Berezovsky, yang merupakan musuh Putin. Berezovsky ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di dekat Ascot, Berkshire, Inggris pada Maret 2013.

Saat itu, kepolisian Inggris menyatakan tak ditemukan tanda-tanda perlawanan sehingga Berezovsky diyakini telah bunuh diri. Namun Glushkov tak pernah yakin dengan penjelasan polisi bahwa Berezovsky bunuh diri. Glushkov terang-terangan menyatakan bahwa Berezovsky dibunuh.

Glushkov ditemukan tewas di rumahnya pada Senin (12/3) malam waktu setempat. Pria berumur 68 tahun itu meninggalkan Rusia setelah dijatuhi hukuman percobaan dua tahun atas kasus penggelapan dana pada tahun 2006 dan pindah ke London.

Glushkov merupakan mantan wakil direktur Aeroflot, maskapai nasional Rusia. Pada Maret 2017, dia kembali divonis 8 tahun penjara secara in absentia atas dakwaan penggelapan dana US$ 122 juta semasa menjabat sebagai direktur keuangan di maskapai tersebut pada akhir tahun 1990-an.

Di Inggris, Glushkov tinggal di sebuah rumah di New Malden, Kingston setelah mendapatkan suaka politik di negara tersebut pada tahun 2010.

Kepolisian London menyatakan, sejauh ini tak ada bukti untuk mengaitkan kematian Glushkov dengan peristiwa diracunnya mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Wiltshire, Inggris selatan beberapa hari lalu. “Tak ada bukti untuk menyimpulkan adanya kaitan dengan insiden di Salisbury,” demikian disampaikan Kepolisian Metropolitan.

LEAVE A REPLY