Telan Empat Korban, Begini Indahnya Curug Teko Garut

0
100

FI.CO, Garut – Empat wisatawan ditemukan tewas setelah sebelumnya tersapu air bah Curug (air terjun) Teko, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di balik derasnya air Curug Teko, ternyata tersimpan beragam pemandangan yang indah dan mitos.

Curug Teko terletak di dasar jurang. Air terjun turun dari ketinggian sekitar lima belas meter. Curug diimpit dua tebing terjal. Di dasar curug, ada kubangan air membentuk danau.

Bebatuan besar tampak di sepanjang aliran curug. Batu terlihat saat kondisi air tengah surut. Hal tersebut kerap dijadikan spot berswafoto para wisatawan yang datang.

Sebenarnya tidak ada akses jalan menuju kawasan curug. Wisatawan yang mengunjungi curug turun ke lokasi menggunakan tali. Mereka dibantu guide yang disediakan pengelola.

Menurut penuturan warga di Desa Sukajaya, Kecamatan Cisurupan yang menjadi letak Curug Teko, curug tersebut telah ada sejak zaman dahulu. Sebelum menjadi Curug Teko, namanya Curug Narhiam.

“Katanya dulu itu ada yang tenggelam juga sama, namanya Narhiam. Dia petani yang jatuh dan tenggelam di sana,” ungkap Yuyun (38), Selasa (20/3).

Telan Empat Korban, Begini Indahnya Curug Teko Garut

Yuyun mengatakan baru-baru ini nama Curug Narhiam diganti warga menjadi Curug Teko. Nama Curug Teko didapat dari tanaman menyerupai teko (poci) yang tumbuh subur di area curug.

“Banyak bunga katup di sana. Jadi namanya Curug Teko. Supaya mudah diingat, karena kan curug di sini banyak,” katanya.

Kawasan tersebut jarang dikunjungi orang, termasuk pribumi. Sulitnya akses ke dasar curug menjadi penyebabnya. Segelintir mitos yang berkembang di masyarakat sekitar pun menjadi alasan warga enggan menuju tempat itu.

Telan Empat Korban, Begini Indahnya Curug Teko Garut

“Ini mah katanya, karena saya belum pernah mengalami langsung. Tapi katanya kalau warga dari luar berkunjung ke sana suka ada mahluk halus yang nyamperin. Wujudnya cewek pakai pakaian hijau sama payung hijau,” ungkap Yuyun.

“Biasanya dia suka minta air ke pengunjung, tapi pas sudah diambilkan malah menghilang. Kalau ke pribumi enggak pernah ada kejadian, cuman ke warga pendatang aja,” sambung Yuyun.

Sementara itu Camat Cisurupan Jujun Juhana mengatakan Curug Teko memang memiliki medan yang berbahaya untuk dikunjungi wisatawan. Selain tidak memiliki akses yang aman dilalui, kerap terjadi air bah ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu curug.

“Sebetulnya sangat berbahaya untuk dikunjungi. Tapi ada wisatawan yang maksa. Jalannya sangat curam,” kata Jujun, Selasa (20/3)

Jujun mengaku pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas permasalahan Curug Teko guna menghindari jatuhnya korban jiwa lagi.

LEAVE A REPLY