Demi Assad, Rusia 12 Kali Memveto Resolusi DK PBB Soal Suriah

0
11
anak-anak Suriah yang menjadi korban dugaan serangan kimia di Douma (Foto: REUTERS)

FI.CO РRusia kembali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai pembentukan penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah.

Ini berarti, Rusia tercatat sudah 12 kali menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan resolusi DK PBB mengenai sekutunya, Suriah.

Veto terbaru yang dilakukan Rusia pada Selasa (10/4) waktu setempat, telah menggagalkan adopsi resolusi DK PBB untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di distrik Douma, Suriah guna mengidentifikasi pelakunya.

Seperti diketahui, butuh 9 suara setuju dari 15 negara anggota DK PBB untuk mengadopsi sebuah resolusi dan tanpa veto dari lima negara anggota tetap DK PBB — Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Rusia dan China.

Berikut detail mengenai 12 kali hak veto yang digunakan Rusia dalam voting-voting DK PBB mengenai Suriah seperti dilansir kantor berita AFP,Rabu (11/4):

1. Senjata Kimia
Secara keseluruhan, Rusia menggunakan hak vetonya empat kali untuk menggagalkan draf resolusi mengenai pembentukan penyelidikan penggunaan senjata kimia dalam konflik Suriah yang telah berlangsung 7 tahun.

Hak veto kelima digunakan untuk mencegah upaya Barat menjatuhkan sanksi-sanksi atas penggunaan senjata kimia.

– 10 April 2018: Rusia memveto draf resolusi yang didukung oleh 12 negara anggota DK PBB. China memutuskan abstain dan Bolivia menolaknya.

– 16-17 November/24 Oktober 2017: Dalam waktu kurang dari sebulan, Rusia menggunakan hak vetonya tiga kali untuk menggagalkan draf resolusi mengenai pembaharuan penyelidikan PBB atas serangan-serangan kimia di Suriah.

Mekanisme Investigasi Bersama (JIM) tersebut pupus pada 17 November 2017 setelah beberapa upaya oleh DK PBB untuk menyelamatkan panel tersebut gagal memenuhi tuntutan Rusia.

– 12 April 2017: Rusia memveto draf resolusi yang menuntut rezim Presiden Bashar al-Assad bekerja sama dalam penyelidikan atas dugaan serangan kimia mematikan di kota Khan Sheikhun pada 4 April 2017. China memutuskan abstain.

– 28 Februari 2017: Rusia dan China memveto resolusi DK PBB mengenai penjatuhan sanksi-sanksi terhadap rezim Suriah atas penggunaan senjata kimia dalam konflik.

2. Gencatan Senjata di Aleppo
– 5 Desember 2016: resolusi yang menyerukan gencatan senjata di kota Aleppo, diveto oleh Rusia dan China. Resolusi itu mendapatkan dukungan dari 11 negara anggota dengan satu abstain dari Angola dan Venezuela juga menolaknya.

– 8 Oktober 2016: Rusia memveo draf yang diajukan Prancis dan Spanyol untuk menghentikan bombardir di Aleppo. China abstain dalam voting tersebut. Ini pertama kalinya China tidak memveto draf resolusi mengenai Suriah.

3. Kejahatan perang
– 22 Mei 2014: Rusia dan China memveto draf resolusi DK PBB yang akan membawa kasus-kasus kejahatan perang ke pengadilan internasional, International Criminal Court (ICC) . Sebanyak 13 negara anggota lainnya mendukung resolusi tersebut.

4. Ancaman sanksi
– 19 Juli 2012: Rusia dan China kembali memveto resolusi yang mengancam Damaskus dengan sanksi-sanksi jika tidak berhenti menggunakan senjata-senjata berat.

5. Mengutuk Suriah
– 4 Februari 2012: Rusia dan China memveto draf resolusi yang mengutuk tindakan keras yang dilakukan pemerintah Suriah terhadap oposisi.

Veto tersebut memicu kecaman internasional, terlebih karena itu terjadi beberapa jam setelah pasukan Suriah membombardir kota Homs yang dilanda aksi-aksi demo antipemerintah. Ratusan orang dilaporkan tewas dalam serangan rezim tersebut.

– 4 Oktober 2011: enam bulan setelah konflik Suriah pecah, Rusia dan China memveto resolusi PBB yang mengutuk pelanggaran HAM berat di Suriah dan mengancam adanya sanksi terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

LEAVE A REPLY