Gus ipul Minta Pendamping PKH Tidak Berpolitik

0
12
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf Antara Jatim

FI.CO, Gresik – Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial tidak terlibat politik praktis karena akan menodai pelaksanaan pemilihan kepala daerah setempat.

“Saya ikut prihatin, ada indikasi mendompleng PKH untuk sosialisasi pasangan calon,” kata Gus Ipul, saat menghadiri pengajian di Graha Raden Kromowidjojo, Sidayu, Gresik, Jumat.

Ia mendengar ada pendamping PKH yang terlibat dalam pilkada melalui sejumlah media, dan terjadi di Lamongan dengan dugaan penggunaan PKH untuk sosialisasi salah satu pasangan calon.

“Ini bisa menodai pilkada. Saya mengajak seluruh elemen Bawaslu, Panwaslu, KPU, TNI, Polri, hingga kepala desa untuk ikut mengawal agar Pilkada Jatim bisa berjalan dengan jujur,” katanya.

Gus Ipul mengatakan, jumlah keluarga penerima manfaat PKH di Jawa Timur saat ini mencapai 1,5 juta keluarga, dan untuk menjalankan program tersebut setidaknya ada 7 ribu pendamping PKH yang direkrut dan digaji dengan uang negara.

“Para pendamping inilah yang rawan dipengaruhi untuk kepentingan politik praktis. Oleh karena itu saya mengimbau pendamping kuat iman tidak tergoda politik praktis dengan memanfaatkan PKH untuk sosialisasi Pilkada Jatim sebab PKH adalah program pemerintah, bukan program kandidat,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Pendamping PKH Lamongan, Bayu Kurniawan membantah kabar ada oknum pendamping yang terlibat kampanye Pilkada Jatim dengan cara membagikan stiker salah satu pasangan calon kepada warga Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng.

“Setelah kami lakukan klarifikasi ternyata tidak ada pendamping PKH yang kampanye dan membagikan stiker salah satu pasangan calon Pilkada Jatim kepada warga,” kata Bayu.

Ia mengaku, sebelumnya juga menerima kabar beredarnya berita terkait oknum pendamping PKH yang melakukan kampanye terselubung, namun yang terjadi di lapangan adalah diduga ada salah satu warga yang membagikan stiker kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dan itu tidak diketahui pendamping PKH yang menjadi fasilitator di desa tersebut.

“Pendamping PKH tidak ada urusan dengan pilkada atau kampanye. Tugas pendamping PKH adalah sebagai fasilitator program Kementerian Sosial kepada warga khususnya keluarga penerima manfaat,” katanya.

LEAVE A REPLY