Kisah Perempuan Kosta Rika Dibayar Untuk Nikahi Warga China

0
31
Aparat Kosta Rika risau dengan jumlah pernikahan warga setempat dan pendatang dari Cina. (BBC)

FI.CO – “Siapa di antara kamu yang ingin dapat uang?”

Pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi sudah cukup untuk meyakinkan Maria (bukan nama sebenarnya) untuk terlibat dalam kesepakatan ‘bisnis’.

Perempuan Kosta Rika berusia 46 tahun itu ditawari 100 ribucolone atau sekitar Rp 2,5 juta untuk menikah dengan seorang pria asal Cina agar dia bisa mendapat status penduduk di negara Amerika Tengah itu.

Maria saat itu bermukim di salah satu kawasan termiskin di ibu kota Kosta Rika, San Jose, dan sangat memerlukan bantuan untuk memberi makan keluarganya.

“Kami tidak punya apa-apa untuk makan,” kata Maria, menjelaskan mengapa dia menyanggupi tawaran menikah.

‘Mereka mencari mangsa’
Kawasan tempat tinggal Maria dikenal cukup rawan. “Di daerah sini, semakin sedikit yang Anda ketahui, makin lama Anda hidup,” ujar seorang warga.

Apa yang terjadi pada Maria bukanlah hal unik di area tersebut. Seorang pengacara atau makelar kerap datang ke sana mencari perempuan-perempuan putus asa, kemudian meyakinkan mereka untuk menikahi orang asing yang belum pernah mereka temui.

“Mereka mencari mangsa. Orang-orang di sini sangat membutuhkan. Akan tetapi, walaupun jumlah tawaran mereka tidak seberapa, orang menerimanya tanpa berpikir dua kali,” terang seorang warga lainnya.

Mara
Maria (bukan nama sebenarnya) adalah salah seorang warga Kosta Rika yang menikah dengan pendatang asal Cina dengan imbalan uang. (BBC)

Maria, misalnya, menikah tanpa pergi jauh dari rumahnya. Dia hanya masuk ke dalam sebuah mobil, menandatangani akta pernikahan, dan menerima 100 ribu colone dengan janji bahwa dia akan segera diceraikan.

Perempuan tersebut mengaku itu saja penjelasan yang dia terima. “Mereka menunjukkan sebuah foto pria Cina dan berkata kepada saya, ‘Nona Maria, kamu akan menikah dengan pria Cina ini’,” jelasnya, menirukan penjelasan yang dia terima.

Orang yang memberi Maria uang ternyata menepati janjinya. Beberapa waktu kemudian, dia datang membawa dokumen perceraian. Selang sekian tahun kemudian, Maria kembali menikahi warga Cina lainnya demi uang. Begitu pula putri-putrinya, dan teman hidupnya.

Pasar gelap
Pemerintah Kosta Rika mengatakan kasus Maria adalah bagian dari masalah serius yang sulit ditentukan seberapa luas skalanya. Wakil Jaksa Negara, Guillermo Fernndez, mengklaim pihaknya sedang melakukan investigasi terhadap lebih dari seribu kasus dugaan pernikahan palsu.

Fernandez khawatir jumlah kasus itu sebenarnya hanyalah “puncak dari gunung es”. Direktur badan imigrasi Kosta Rika, Gisela Yockchen, menyebut adanya “pasar gelap” pernikahan palsu yang dikelola jaringan kriminal setempat.

Menurutnya, “mafia-mafia” ini beroperasi dengan beragam cara, seperti mencuri identitas seseorang untuk dimasukkan dalam proses administrasi pernikahan dengan orang asing yang mencari status kependudukan atau kewarganegaraan.

Korban modus kejahatan ini, kata Yockchen, baru mengetahui bahwa mereka menjadi korban setelah mendapati status kependudukan mereka berubah dari ‘lajang’ menjadi ‘menikah’. Dalam kasus-kasus lain, sejumlah orang yang tahu bahwa mereka terlibat dalam pernikahan palsu demi mendapatkan uang tidak segera mendapat akta cerai.

Konsekuensinya, status mereka tetap menikah dengan orang yang tidak mereka ketahui ada di mana dan bagaimana mencarinya. Yockchen mengungkap bahwa orang asing juga sering kali menjadi korban.

Sebuah dokumen resmi yang dilihat BBC menunjukkan seorang warga Cina yang tidak bisa berbahasa Spanyol menandatangani dokumen yang dia kira formulir pengajuan kependudukan tapi nyatanya akta pernikahan.

Chinatown in San Jose
Kawasan Pecinan di San Jose, ibu kota Kosta Rika. (BBC)

Aturan lebih ketat
Yockhen mengatakan bahwa dalam aturan imigrasi yang lebih ketat pada 2010, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini. Melalui aturan itu, notaris dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dalam pembuatan pernikahan palsu dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

Sejak saat itu, status penduduk permanen tidak lagi diberikan secara otomatis kepada warga asing yang menikah dengan warga Kosta Rika. Warga asing masih bisa mengajukan lamaran izin tinggal setelah menikah dengan warga Kosta Rika dan mendaftarkan akta pernikahan mereka di Catatan Sipil.

Namun, izin yang diberikan terbatas hanya satu tahun. Izin tersebut dapat diperpanjang setiap tahun jika pasangan tersebut memberikan bukti bahwa mereka hidup bersama sebagai suami-istri. Setelah tiga tahun, suami atau istri yang berasal dari luar negeri bisa melamar warga tetap.

‘Pintu masuk ke AS’
Sebagian besar warga Cina yang bermigrasi ke Kosta Rika berasal dari Provinsi Guangdong, menurut Alonso Rodrguez yang telah melakoni penelitian soal pernikahan palsu.

Mereka memilih Kosta Rika karena, sebagaimana dituturkan Rodriguez, negara tersebut punya kebijakan imigrasi yang ramah kepada pendatang dan memiliki reputasi sebagai negara yang relatif aman.

Ada pula sejarah panjang imigrasi Cina ke Kosta Rika. Warga Cina pertama kali datang ke negara ini pada 1855 untuk bekerja di perkebunan. Meski demikian, tujuan akhir warga Cina masa kini tidak serta-merta Kosta Rika.

“Banyak kemudian yang menjadikannya sebagai pintu masuk ke Amerika Serikat,” jelas Rodriguez.

Li Zhong, originally from Canton, poses for a photo in her shop in San Jose, Costa Rica.
Li Zhong datang ke Kosta Rika untuk penghidupan yang lebih baik. (BBC)

Kalaupun mereka tinggal di Kosta Rika, mereka kerap membuka usaha kecil menengah. “Mereka beradaptasi sangat baik dengan cara kehidupan di sini,” ujarnya.

Li Zhong adalah salah seorang yang telah bermukim di Kosta Rika dan mengelola sebuah toko kelontong di San Jose. Ketika ditanya bagaimana dia bisa datang ke Kosta Rika, dia mengaku “membebaskan diri dari Panama”.

Setelah mengalami “masalah” dengan aparat di Panama, dia pindah ke Kosta Rika. Putranya kemudian ikut bergabung dan membuka toko sendiri. Saat topik mengenai pernikahan palsu mengemuka, Li mencoba berkelit. Namun dia mengenal banyak pasangan Cina-Kosta Rika.

Dia berkelakar bahwa pernikahan antara pria Cina dan perempuan Kosta Rika terbukti lebih mudah ketimbang pernikahan antara pria Kosta Rika dan perempuan Cina. “Ticon berarti masalah, tica lebih baik,” ujarnya merujuk kata ledekan terhadap warga Kosta Rika.

Seperti banyak warga Cina lainnya, Li punya warga Kosta Rika dalam keluarganya. Hanya saja, dalam kasusnya, dia tidak menikahi pria Kosta Rika, tapi cucunya yang lahir di negara itu. Sembari mengawasi anak kecil itu berlari di dalam tokonya, Li mengatakan dengan bangga, “Dia adalah tico!”

LEAVE A REPLY