Jadi Donor Hati, Adakah Risikonya?

0
41
Ketahui beberapa risiko menjadi donor hati. Foto: ilustrasi/thinkstock

FI.CO РSeseorang dengan penyakit hati kronik bisa semakin parah dengan menjadi sirosis hati. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, misalnya adanya infeksi hepatitis.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, dari 20 juta pengidap penyakit hati kronik, 20-40 persennya akan menjadi sirosis hati. Yaitu terbentuknya jaringan parut di hati yang menyebabkan rusaknya fungsi hati.

Dikutip dari detikcom, bertempat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Andri Sanityoso, SpPD-KGEH dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Gastroenteritis Hepatologi RSCM mengatakan bahwa orang dengan sirosis hati bisa terselamatkan dengan tranplantasi hati.

“Transplantasi hati adalah terapi utama pada pasien yang sudah gagal hati atau penyakit hati kronik,” ujarnya saat konferensi pers Pengembangan Tranplantasi Hati di Gedung A Departemen Ilmu Bedah, Senin (7/5).

Tranplantasi hati di Indonesia disebut menggunakan donor hidup, di mana hanya sebagian hati donor yang didonorkan kepada penerima. Berbahaya kah jika mendonorkan hati kita?

Dr dr Toar J. M Lalisang, SpB(K)BD dari Departemen Medik Ilmu Bedah RSCM menyebutkan bahwa semua ada risikonya, baik pendonor maupun penerima.

“Risiko paling ditakuti waktu operasi terjadi perdarahan, atau terjadi kelainan cedera. Tapi semua diantisipasi,” jelasnya.

Fungsi hati pada donor, dr Toar menyebutkan akan kembali seperti semua. Sesuai penelitian, hati setiap orang akan berkembang setelah tiga bulan walau sebagian sudah didonorkan.

“Hati itu berkembang. Hati satu tetapi bisa dibagi, makanya bisa digunakan untuk donor,” ungkapnya.

“Kita tidak kehilangan hati, hatinya tetap ada, hatinya yang diambil akan tumbuh lagi, akan berkembang,” lanjut dr Toar.

Di RSCM sendiri, sudah dilakukan 47 kali tranplantasi hati sejak tahun 2010, 41 pasien anak-anak dan 6 pasien dewasa. Dan hingga kini, tercatat tidak ada kasus kematian pada donor hati.

Bahkan beberapa donor mengaku tak pernah mengalami keluhan-keluhan usai mendonorkan hatinya.

LEAVE A REPLY