Tanda-tanda Seseorang Memiliki OCD (1)

0
52
Foto: Getty Images

FI.CO – Obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah jenis gangguan kecemasan di mana seseorang memiliki pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi) yang menuntun untuk tmelakukan sesuatu secara berulang-ulang.

Kapan kita bisa menentukan seseorang butuh pertolongan terapis atau tidak?

“Tidak ada tes yang mudah, karena ini biasanya masalah tingkat,” kata Jeff Szymanski, PhD, direktur eksekutif International OCD Foundation, organisasi advokasi yang berbasis di Boston.

Akan tetapi, kamu bisa membaca lho tanda-tanda seseorang mengalami OCD. Dikutip dari detikcom, berikut ini tanda-tanda yang biasa muncul.

1. Sering cuci tangan
Penggunaan hand sanitizer atau cuci tangan secara kompulsif begitu lazim dalam OCD. Dorongan umumnya berasal dari rasa takut kuman (obsesi yang paling umum terlihat di OCD), tetapi juga dapat berakar pada rasa takut membuat orang lain sakit.

Kapan mencari bantuan:
“Jika kamu terus-terusan berpikir tentang kuman bahkan setelah mencuci tangan, khawatir kamu tidak cukup membersihkannya, atau memiliki ketakutan irasional tentang penyakit (seperti ketularan HIV dari keranjang belanja), itu bisa menjadi tanda bahwa kamu mencuci tangan secara kompulsif,” ujar Szymanski.

2. Masih bersih, sapu lagi
Orang dengan OCD juga punya kebiasaan bersih-bersih secara kompulsif. Membersihkan rumah sering kali menjadi cara meredakan germaphobia atau perasaan bersalah. Meskipun sudah bersih-bersih, rasa lega tidak bertahan lama, dan dorongan untuk membersihkan sering kali lebih kuat di lain waktu.

Kapan mencari bantuan:
Kalau menghabiskan berjam-jam untuk bersih-bersih setiap harinya diikuti dengan perasaan bersalah dan cemas melihat rumah yang ‘berantakan’ (padahal sudah disapu berkali-kali) mungkin ini pertanda kamu memang terjangkitin OCD, menurut Michael Jenike, MD, Psikiater di Massachusetts General Hospital, Boston.

3. “Satu, dua, tiga..”
Beberapa orang dengan OCD melakukan tugas sesuai dengan pola numerik tertentu atau menghitung apapu hal-hal yang sedang ia lakukan dalam keseharian (seperti saat naik tangga atau menata barang).

Perilaku ini kemungkinan didorong oleh takhayul. Misalnya, keyakinan bahwa angka tujuh adalah baik sehingga dapat menuntun seseorang untuk merasa bahwa mereka akan melukai diri sendiri atau orang lain jika mereka tidak berjalan sebanyak tujuh langkah.

Kapan mencari bantuan:
“Ini semua tentang konteks — apakah perilaku itu masuk akal dalam kehidupanmu?” tutur Szymanski.

4. Cek terus!
Wajar sih jika orang mengecek pekerjaan yang telah mereka lakukan sebelumnya seperti apakah sudah mematikan kompor saat memasak, mengunci pintu atau mengecek kondisi anak yang sedang tertidur.

Tapi kalau kamu melakukannya bisa tiga, empat, lima, atau mungkin puluhan kali bisa jadi kamu mengalami OCD. Kegiatan oengecekan berulang dialami hampir 30 persen orang dengan gangguan tersebut.

Seperti perilaku kompulsif lainnya, pemeriksaan dapat didorong oleh berbagai obsesi, mulai dari rasa takut terluka hingga perasaan tidak bertanggung jawab yang mendalam.

Kapan mencari bantuan:
Hal yang normal untuk mengecek sesuatu sesekali. Tetapi jika memeriksa mengganggu kehidupan sehari-harmu (misalnya membuat kamu terlambat untuk bekerja), atau menjadi kegiatan yang tidak dapat bisa kamulewatkan itu bisa menjadi tanda OCD.

5. Semua serba terorganisir (secara berlebihan)
Orang-orang dengan OCD dapat mengorganisasi segala sesuatu hingga ke tingkat perfeksionisme. “Itu harus terasa benar, terlihat benar, simetris, dalam jumlah yang tepat,” kata Szymanski. Rasa cemas ini sering didorong oleh obsesi tentang keteraturan dan simetri.

Kapan mencari bantuan:
Beda dengan orang yang menyukai keteraturan, OCD bisa lebih dari itu. Keteraturan adalah sebuah keharusan. Orang dengan OCD mungkin tidak perlu merapikan meja mereka tetapi merasa mereka harus, untuk menghilangkan kecemasan mereka.

Akibatnya mulai dari rasa takut terluka sampai perasaan tidak bertanggung jawab bisa menghampiri jika tidak mereka jalankan.

LEAVE A REPLY