Kakek 78 Tahun Meninggal Saat Antre Memilih di Pemilu Malaysia

0
35
Ilustrasi -- Warga Malaysia saat mengantre untuk memilih (REUTERS/Lai Seng Sin)

FI.CO – Seorang warga lanjut usia meninggal dunia saat mengantre untuk menggunakan hak suara dalam pemilu Malaysia. Sebelum meninggal, warga lansia ini pingsan saat menunggu dalam antrean.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Rabu (9/5), warga lansia yang meninggal ini diidentifikasi bernama Lor Voon Chor yang berusia 78 tahun.

Insiden ini terjadi saat Lor sedang mengantre di tempat pemungutan suara di Taman Petaling. Sekitar pukul 09.30 waktu setempat, Lor tiba-tiba pingsan. Lor yang menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan ini, ditemani istri dan anaknya saat mengantre.

“Seorang polisi di lokasi kejadian menghubungi 999 untuk meminta bantuan dan tim medis tiba dari Pusat Medis Universitas Malaya,” sebut pejabat kepolisian setempat, Mohd Zani Che Din, dalam pernyataannya.

“Petugas medis yang tiba di lokasi menyatakan pria itu meninggal pukul 09.45 waktu setempat,” imbuhnya.

Lor Voon Chor, kakek 78 tahun yang meninggal saat mengantre pemilu Malaysia
Lor Voon Chor, kakek 78 tahun yang meninggal saat mengantre pemilu Malaysia Foto: The Star

Penyebab kematian warga lansia itu belum diketahui pasti. Namun keluarganya menyebut warga lansia itu menderita sejumlah penyakit.

“Istri dan anak almarhum menyebut dia menderita gangguan jantung dan paru-paru, juga diabetes,” ujar Mohd Zani.

Pemungutan suara telah dibuka pada Rabu (9/5) pagi pukul 08.00 waktu setempat dan akan ditutup pukul 17.00 waktu setempat.

Ada sekitar 8.253 tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan oleh pemerintah Malaysia. TPS didirikan di berbagai lokasi seperti sekolah dan aula serbaguna.

Tercatat setidaknya 14.449.200 orang dari total 14.940.624 pemilih terdaftar yang akan menggunakan hak suaranya hari ini. Sisanya merupakan pemilih yang telah memilih lebih awal dan memilih melalui pos.

LEAVE A REPLY